DISTRIBUSI SEMUT HITAM (HYMENOPTERA; FORMICIDAE) DI HUTAN SEKUNDER KABUPATEN BANYUASIN

Authors

  • Adelliasari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Raden Fatah Palembang Jl. Pangeran Ratu (Jakabaring), Kelurahan 5 Ulu, Kec.Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan
  • Fitri Juneli Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Raden Fatah Palembang Jl. Pangeran Ratu (Jakabaring), Kelurahan 5 Ulu, Kec.Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan
  • Rosa Damayanti Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Raden Fatah Palembang Jl. Pangeran Ratu (Jakabaring), Kelurahan 5 Ulu, Kec.Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan
  • Gusti Aryanti Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Raden Fatah Palembang Jl. Pangeran Ratu (Jakabaring), Kelurahan 5 Ulu, Kec.Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan
  • Tito Nurseha Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Raden Fatah Palembang Jl. Pangeran Ratu (Jakabaring), Kelurahan 5 Ulu, Kec.Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan

Keywords:

Semut hitam, distribusi, hutan sekunder, Kemampo

Abstract

Indonesia adalah negara yang dikenal dengan biodiversitas yang sangat tinggi, termasuk dalam kelompok serangga. Salah satu nya ialah semut hitam, semut hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan serangga dari ordo Hymenoptera dan famili Formicidae, yang berperan penting sebagai bioindikator kesehatan ekosistem. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis distribusi atau penyebaran semut hitam di hutan sekunder KHDTK Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan pitfall trap dan hand shorting untuk mengidentifikasi keberadaan spesies semut hitam di kawasan hutan sekunder KHDTK Kemampo Banyuasin III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semut hitam (Dolichoderus thoracicus) terdistribusi secara seragam di kawasan hutan sekunder KHDTK Kemampo Banyuasin III mengindikasikan adanya persaingan antar individu untuk mendapatkan makanan, yang menyebabkan pembagian ruang yang merata. Analisis pola distribusi yang menyatakan bahwa pola distribusi semut hitam (Dolichoderus thoracicus) yaitu seragam, yakni dengan menggunakan metode pitfal trap dengan nilai indeks morista sebesar 0 , dan dengan menggunakan metode hand shorting dengan nilai indeks morista sebesar 0,76. Hal itu menunjukkan adaptasi yang baik terhadap lingkungan hutan sekunder, metode pitfall trap dan hand shorting terbukti efektif dalam mengumpulkan data tentang distribusi semut hitam (Dolichoderus thoracicus). Hasil ini dapat berkontribusi terhadap pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati di indonesia.

Downloads

Published

2025-02-21

Conference Proceedings Volume

Section

Prodi Biologi

Categories