KAJIAN PEMANFAATAN ECO ENZYME UNTUK PENGHEMATAN BIAYA OPERASIOANAL KEBERSIHAN DI KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Authors

  • Devi Putri Isnarwaty Unit Pengembangan Smart Eco Campus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
  • Sulistyaning Tyas Unit Pengembangan Smart Eco Campus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
  • Lina Rizqi Nafisah Unit Pengembangan Smart Eco Campus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
  • Muhamad Khisamuddin Unit Pengembangan Smart Eco Campus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia

Keywords:

Eco Enzyme, Konsumsi, Produksi, Sampah, SDG’s

Abstract

Biaya operasional perkantoran semakin bertambah setiap tahunnya. Salah satunya adalah adalah biaya operasional kebersihan. Sehingga perlu dilakukan penghematan biaya (cost saving strategies). Tujuan menerapkan cost saving strategies adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam manajemen perkantoran. Komposisi sampah terbesar pada tahun 2022 adalah sampah sisa makanan yaitu sebanyak 40,9%. Beberapa sampah makanan tidak semua bisa diolah kembali. Karena beberapa sampah hanya akan tertumpuk di tempat pembuangan akhir. Sampah makanan selain bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, dapat dijadikan sebagai cairan pembersih multifungsi yang natural. Eco Enzyme yang merupakan hasil fermentasi dari sampah organik yang dicampur dengan gula aren, tebu atau gula merah, tidak zat kimia yang terkandung di cairan pembersih. Penelitian ini dilakukan dikarenakan melihat kondisi sampah di Kawasan ITS yang memiliki potensi untuk dikelola lebih lanjut dan melakukan penghematan pada biaya operasional perkantoran dengan menggunakan cairan pembersih natural yaitu Eco Enzyme. Pada penelitian ini diperoleh hasil kualitas cairan pembersih Eco Enzyme hampir mendekati kualitas cairan pembersih lantai yang ada di pasaran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diberikan rekomendasi untuk pemanfaatan Eco Enzyme sebagai cairan pembersih lantai yang dapat meminimalisir biaya operasional yang dikeluarkan. Hal ini juga sebagai salah satu upaya dalam mengaplikasikan SDGs nomor 12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Downloads

Published

2025-02-21

Conference Proceedings Volume

Section

Manajemen Studi Lingkungan

Categories