Tantangan dan Strategi Administrasi Publik dalam Pengelolaan Terminal Tipe A Jatijajar Pasca Inpres No.1 Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.33830/semnasip.v2i1.6239Keywords:
administrasi publik, barang milik negara, collaborative governance, terminal jatijajarAbstract
Pengelolaan Terminal Tipe A Jatijajar sebagai simpul transportasi strategis di Jawa Barat menghadapi tantangan pasca diterbitkannya Inpres No. 1 Tahun 2025, khususnya terkait kebijakan efisiensi anggaran. Efisiensi anggaran berdampak langsung pada operasional terminal dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan publik. Salah satu strategi utama untuk menjawab tantangan tersebut adalah optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) Terminal Jatijajar sebagai sumber pembiayaan tambahan di luar APBN. Model collaborative governance berbasis pentahelix menjadi prasyarat penting untuk mendukung sinergi antaraktor dan mengoptimalkan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan koordinasi antarinstansi, reformasi tata kelola kelembagaan, dan peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci dalam mempertahankan kualitas pelayanan publik. Reformasi administrasi publik ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola transportasi yang lebih profesional, akuntabel, dan partisipatif.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Angger Wisnu Widianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
