Membaca Kolonial: Peran Bahasa Belanda dan Metodologi Sejarah dalam Produksi Pengetahuan Sejarah
Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.33830/semnasip.v2i1.6253Keywords:
Bahasa Belanda, Metodolodi Sejarah, Arsip KolonialAbstract
Penelitian Sejarah yang bersumber dari arsip kolonial agaknya menuntut adanya penguatan dalam metodologi yang tepat serta kemampuan untuk memahami Bahasa sumber, terkhusus bahasa Belanda. Pada penelitian Sejarah kolonial, penggunaan arsip merupakan salah satu metodologi yang diperlukan dalam pengkajiannya. Maka dari itu, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran metodologi Sejarah disinkronkan terahadap Bahasa Belanda yang digunakan secara kolaboratif dalam proses penelusuran, interpretasi serta analisis sumber terhadap arsip kolonial. Tulisan ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan metode studi pustaka dan analisis tekstual. Untuk itu, penelitian ini menekankan tantangan-tantangan yang dihadapi sejarawan dalam bekerja dengan sumber kolonial, seperti bias kolonial. Sehingga, bahasa Belanda tidak hanya dijadikan sebagai alat bantu dalam melihat Sejarah kolonial, tetapi juga akan membuka makna historis secara lebih dalam arsip-arsip kolonial. Maka dari itu, integrasi antara metodologi Sejarah dan kompetensi bahasa sumber akan menjadi fondasi penting dalam upaya merekonstruksi Sejarah yang lebih adil dan reflektif, khususnya dalam konteks Sejarah Indonesia masa kolonial.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Fadhilah Utami Ilmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
