TEKNOLOGI SEBAGAI KATALIS TRANSFORMASI
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SANTRI MENGHADAPI TANTANGAN GENERASI DIGITAL
Keywords:
Generasi Digital, Santri, Pembelajaran, Pendidikan dan Kewarganegaraan Pesantren, Teknologi Pendidikan, TransformasiAbstract
Penelitian ini menelaah peran teknologi sebagai katalis transformasi dalam pengembangan strategi pembelajaran bagi santri (peserta didik di pondok pesantren) untuk menghadapi tantangan generasi digital. Penelitian ini menekankan bagaimana integrasi teknologi dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas proses belajar-mengajar di lingkungan pesantren, sekaligus mempertahankan nilai-nilai moral dan kewarganegaraan yang tertanam dalam Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan mengkaji persimpangan antara tradisi dan inovasi, penelitian ini bertujuan untuk menawarkan model pembelajaran berbasis teknologi yang tetap berakar pada landasan etika dan budaya. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif guna menangkap kompleksitas praktik pendidikan di lingkungan pesantren. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan pesantren, guru, dan santri, yang dilengkapi dengan observasi partisipatif serta analisis dokumen terhadap kurikulum dan bahan ajar. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sehingga menghasilkan interpretasi yang sistematis dan triangulasi temuan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital—seperti platform pembelajaran daring, media interaktif, dan aplikasi kolaboratif—secara signifikan meningkatkan keterlibatan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis santri, terutama dalam konteks pembelajaran yang menuntut analisis kontekstual terhadap nilai-nilai kebangsaan. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan utama, seperti keterbatasan literasi digital di kalangan guru serta ketimpangan infrastruktur teknologi antar lembaga. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini menekankan pentingnya program pendampingan berkelanjutan, pelatihan digital yang terarah bagi pendidik, serta pengembangan modul pembelajaran digital berbasis nilai-nilai Pancasila. Integrasi teknologi terbukti tidak hanya memperkuat kompetensi kognitif santri, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kewargaan kritis dan kepekaan sosial global. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan kolaborasi strategis antara pesantren, lembaga pemerintah, dan pihak swasta untuk memperluas akses teknologi secara merata serta mendorong transformasi pendidikan berkelanjutan dalam sistem pendidikan keagamaan di Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

