AKTIVITAS ANTIBAKTERI DETERGEN CAIR ANTINAJIS MUGHALLAZAH KOMBINASI BENTONIT, KAOLIN DAN INFUSA DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus

Authors

  • Dwi Endah Kusumawati Program Studi Sarjana Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
  • Dina Fatmawati Program Studi Pendidikan Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
  • Rega Putri Puspitasari Program Studi Sarjana Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Keywords:

Antibakteri, Bentonit, Detergen Cair Antinajis Mughallazah, Kaolin, Kersen

Abstract

Anjing dapat dipelihara sebagai hewan terlatih untuk melacak orang hilang, menjaga ternak, dan perkebunan ataupun pertanian. Menurut hukum Islam, air liur anjing tergolong najis mughallazah yang harus disucikan sebanyak tujuh kali yang salah satunya menggunakan tanah. Modifikasi detergen cair dengan kombinasi bentonit, kaolin, dan infusa daun kersen (Muntingia calabura L.) diharapkan selain mampu menghilangkan najis mughallazah juga mampu menghilangkan bakteri yang terdapat di liur anjing. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya antibakteri detergen cair antinajis mughallazah terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yang merepresentasikan bakteri gram negatif dan positif dari air liur anjing. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan metode difusi cakram terhadap E. coli dan S. aureus menggunakan 5 sampel yakni Formula dengan infusa daun kersen 20%, Formula tanpa infusa, infusa daun kersen 20%, kontrol positif, dan kontrol negatif yang aktivitasnya ditunjukkan dengan adanya diameter zona hambat disekitar kertas cakram. Hasil uji aktivitas antibakteri detergen cair antinajis mughallazah kombinasi bentonit, kaolin, dan infusa daun kersen lebih tinggi terhadap bakteri S. aureus dengan rata-rata daya hambat 16,20 mm dibandingkan dengan E. coli dengan rata-rata daya hambat 13,97 mm. Kesimpulan penelitian ini yaitu detergen cair antinajis mughallazah kombinasi bentonit, kaolin, dan infusa daun kersen (Muntingia calabura L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus.

Downloads

Published

2024-08-31