PERBANDINGAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH BATANG PISANG DENGAN PUPUK KOMERSIAL PADA TANAMAN KACANG PANJANG

(Kasus Desa Ngringo, Kabupaten Karanganyar)

Authors

  • Meilina Yustiani Sholikah Program Studi Agribisnis, Universitas Terbuka, Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia
  • Pepi Rospina Pertiwi Program Studi Agribisnis, Universitas Terbuka, Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia

Keywords:

batang pisang, kacang panjang, pupuk organik cair

Abstract

Penggunaan pupuk berbahan kimia secara berlebihan pada pertanian di Indonesia akan menyebabkan kerusakan lingkungan jika tidak segera diatasi, oleh karena itu penggunaan pupuk organik cair yang berasal dari limbah pertanian atau peternakan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pupuk organik cair yang terbuat dari limbah batang pohon pisang dan membandingkannya dengan pupuk organik cair komersial dalam meningkatkan hasil pertanian tanaman kacang panjang (Vigna unguiculata) di lahan pekarangan rumah tangga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain eksperimen pendekatan acak kelompok (Randomized Block Design/RBD) yang terdiri dari tiga perlakuan pupuk, yaitu pupuk organik cair dari batang pohon pisang, pupuk organik cair komersial, dan kontrol tanpa pupuk. Setiap perlakuan diaplikasikan pada 5 tanaman. Parameter yang diamati mencakup panjang polong, jumlah polong per tanaman, dan bobot polong per tanaman. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa tanaman dengan perlakuan pupuk dari batang pisang mampu menghasilkan kacang panjang paling banyak, diikuti perlakuan pupuk cair komersial, sedangkan perlakuan kontrol tidak menghasilkan kacang panjang selama penelitian. Hal tersebut dilihat dari jumlah rata-rata panjang polong, jumlah polong dan bobot polong pada tanaman.

Downloads

Published

2025-02-21

Conference Proceedings Volume

Section

Prodi Agribisnis

Categories