PENGARUH JENIS AIR BAKU PADA SISTEM HIDROPONIK DEEP FLOW TEQNIQUE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH

(Alternanthera Amoena Voss)

Authors

  • Paisal Anwar Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Fitry Tafzi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Dewi Fortuna Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, Jambi, Indonesia

Keywords:

Bayam merah, hidroponik, Kualitas air

Abstract

Bayam merah (Alternanthera amoena Voss) merupakan salah satu sayuran yang kaya akan gizi serta manfaat dan banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Hidroponik adalah teknik budidaya didalam pertanian yang tidak menggunakan tanah tetapi memanfaatkan air dan larutan nutrisi sebagai pengganti tanah untuk mengalirkan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya secara hidroponik adalah kualitas air. Air merupakan media dasar pada sistem hidroponik karena air digunakan melarutkan nutrisi yang akan di alirkan ketanaman. Pemilihan jenis air untuk hidroponik penting untuk dilakukan, dengan memperhatikan sumber air untuk media hidroponik maka dapat membantu tanaman agar cepat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas beberapa jenis air yang digunakan pada pertanian hidroponik dan mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan 3 pengulangan yaitu A1=Air hujan, A2=Ar sungai Batanghari, A3= Air sumur, A4= Air kanal. Parameter yang diteliti yaitu, Total dissolved solid, Daya hantar listrik, pH, salinitas, tinggi tanaman, jumlah daun, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan jenis air memiliki kualitas yang berbeda-beda. Nilai TDS yang diukur pada perlakuan air hujan (A1) 20 ppm, air sungai Batanghari (A2) 33 ppm, Air sumur (A3) 27 ppm, dan air kanal (A4) 43 ppm. Nilai DHL air hujan (A1) 32 μS/cm, air sungai Batanghari (A2) 66 μS/cm, Air sumur (A3) 53 μS/cm, dan air kanal (A4) 82 μS/cm. Nilai Salnitas air hujan (A1) 0,01 ppt, air sungai Batanghari (A2) 0,92 ppt, Air sumur (A3) 0,21 ppm, dan air kanal (A4) 0,33 ppt. Nilai pH air hujan (A1) 5,9, air sungai Batanghari (A2) 7,38, Air sumur (A3) 7,08, dan air kanal (A4) 6,8. Kualitas air mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman.

Downloads

Published

2025-02-21

Conference Proceedings Volume

Section

Prodi Agribisnis

Categories