ANALISIS FAKTOR KEBERHASILAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001:2015 DI PT. ELANG PERDANA TYRES INDUSTRY KABUPATEN BOGOR
Keywords:
sistem manajemen lingkungan, indikator kinerja lingkungan, ISO 14001, faktor keberhasilan sistem manajemen lingkunganAbstract
Kegiatan industri dalam memproduksi barang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan sehingga dibutuhkan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML). Penerapan SML sangat penting dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan perlu melakukan evaluasi kinerja lingkungan untuk mengetahui indikator penerapan SML dalam mengurangi dampak negatif kerusakan lingkungan melalui upaya pencegahan dan perbaikan lingkungan. Komitmen perusahaan juga dibutuhkan agar dapat melakukan evaluasi kinerja SML yang sistematis dan upaya perbaikan yang berkelanjutan. PT. Elang Perdana Tyres Industry menerapkan SML menggunakan standar ISO 14001:2015, namun belum efektif dalam penerapannya. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi indikator kinerja lingkungan atau Environmental Performance Evaluation (EPE), menganalisis aspek kekuatan (strenght), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunitie) dan ancaman (threats) serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan SML ISO 14001:2015. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner A, kuesioner SWOT dan kuesioner AHP. Sedangkan data sekunder berupa dokumen terkait ISO 14001:2015, data pengelolaan lingkungan, struktur organisasi dan profil perusahaan. Penyebaran kuesioner A dilakukan kepada 100 orang responden yang merupakan karyawan di PT. Elang Perdana Tyres Industry. Kuesioner SWOT dan kuesioner AHP disebarkan kepada 7 (tujuh) orang responden, yang terdiri atas 5 responden internal perusahaan dan 2 responden eksternal dari luar perusahaan. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif, analisis statistik dan analisis A’WOT (gabungan SWOT dan AHP). Penelitian menunjukkan terdapat 16 (enam belas) EPE dalam penerapan SML yaitu kebutuhan dan harapan pihak berkepentingan, lingkup SML, kepemimpinan dan komitmen, kebijakan lingkungan, aspek lingkungan, kewajiban penaatan, tindakan perencanaan, sumberdaya, kompetensi, komunikasi internal, pengendalian operasional, kesiapsiagaan dan tanggap darurat, evaluasi penaatan, program audit internal, ketidaksesuaian dan tindakan korektif serta perbaikan berkelanjutan. Selain itu, terdapat 28 (dua puluh delapan) aspek SWOT yang terdiri dari 7 (tujuh) aspek kekuatan (strenght), 7 (tujuh) aspek kelemahan (weaknesses), 7 (tujuh) aspek peluang (opportunities) dan 7 (tujuh) aspek ancaman (threats) dengan bobot faktor terbesar pada aspek peluang (opportunities) sebesar 52%. Tiga faktor yang paling mempengaruhi keberhasilan SML ISO 14001:2015 di perusahaan adalah organisasi menjamin informasi dokumentasi telah dilaksanakan, organisasi mengendalikan kegiatan dalam organisasi untuk memenuhi persyaratan SML dan ketidaksesuaian lingkungan dari pihak luar organisasi yang memberikan dampak merugikan.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.