IMPLEMENTASI INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK PEMANTAUAN TEKANAN DIGESTER BIOGAS DALAM MENDUKUNG REDUKSI EMISI GAS RUMAH KACA DI KABUPATEN KENDAL
Keywords:
digester, biogas, tekanan, IoT, EBTAbstract
Limbah kotoran sapi yang tidak dikelola dengan baik menjadi sumber signifikan gas metana, salah satu gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global lebih besar dibanding karbon dioksida. Dalam mendukung mitigasi perubahan iklim, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah telah membangun dua unit digester biogas berkapasitas 10 m² di Desa Pasigitan dan Bandarejo, Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan infrastruktur biogas melalui pemantauan tekanan gas dalam digester menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Parameter tekanan gas diukur menggunakan sensor digital untuk memantau performa digester anaerobik dan perilaku konsumsi energi oleh pengguna. Hasil monitoring menunjukkan tekanan rata – rata produksi masing-masing digester mencapai 6,70 kPa dan 3,84 kPa per hari dan dengan pemanfaatan tekanan 5,79 kPa dan 3,97 kPa per hari maka kebutuhan memasak dengan biogas telah terpenuhi. Variasi pola tekanan kedua desa mencerminkan perbedaan manajemen pengoperasian digester dan tingkat pemanfaatan oleh rumah tangga penerima manfaat. Stabilitas tekanan dalam digester berkorelasi erat dengan efisiensi fermentasi anaerobik dan pola konsumsi energi. Implementasi IoT terbukti memberikan data real-time yang esensial untuk analisis performa teknis biogas sekaligus sebagai alat evaluasi keberhasilan program. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi pengelolaan biogas berbasis teknologi untuk mendukung transisi energi berkelanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca di wilayah pedesaan.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2025 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.