ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PEMASARAN IKAN KOI PASCA PANDEMI COVID-19

(STUDI KASUS: KELOMPOK PERIKANAN KERJO SAMO DESA NANGAI TAYAU 1 KECAMATAN AMEN, KABUPATEN LEBONG)

Authors

  • Meisufi Zulaini Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka
  • Venty F Nurunisa Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka

Keywords:

Analisis kelayakan usaha, Bauran Pemasaran, koi, Kelompok Kerjo Samo, Strategi pemasaran

Abstract

Usaha pembesaran ikan Koi yang dimiliki kelompok Kerjo Samo, Desa Nangai Tayau 1, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong belum dapat memberikan penerimaan yang cukup bagi anggotanya. Keterbatasan modal menjadi salah satu kendala yang dihadapi, namun demikian Kelompok Kerjo samo ingin menganalisis lebih jauh bagaimana kelayakan usaha ikan koi yang dirintis bersama dapat memberikan manfaat finansial bagi anggota kelompoknya. Karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis: 1) kelayakan finansial 2) strategi pemasaran ikan koi di kelompok Kerjo Samo. Kelayakan finansial dihitung dengan menghitung operating profit, benefit cost ratio (BC_Ratio), payback period (PP), break even point (BEP), sementara strategi pemasaran dianalisis melalui pendekatan Bauran Pemsaran 4P. Hasil dari penelitian menujukkan usaha pembesaran ikan koi di kelompok Kerjo Samo adalah layak untuk dijalankan dengan hasil nilai operating profit (OP) sebesar Rp. 35.060.000, benefit cost ratio (BC_Ratio) sebesar 2,4, payback period (PP) sebesar 0,71, break even point (BEP) produksi sebesar 439 ekor dan break even point (BEP) nilai sebesar Rp. 20.900. Produk yang dihasilkan oleh kelompok Kerjo Samo ini berupa ikan koi yang berkualitas dengan ukuran 13-16 cm. Ada tiga jenis ikan koi yang diproduksi oleh kelompok ini adalah kigoi, aka beko dan shiro beko. Harga yang ditawarkan oleh kelompok Kerjo Samo ini disesuaikan dengan grade. Tempat usaha pembesaran ikan koi ini merupakan tempat yang strategis karena selain sumber daya alam dan sumber manusia yang mendukung, sarana pengangkutan juga cukup mendukung dengan jarak tempat usaha ke pasar juga mudah ditempuh. Promosi yang dilakukan dalam usaha pembesaran ini dengan cara promosi melalui media sosial berupa facebook dan juga melakukan penjualan secara personal dengan mempromosikan produk secara langsung ke pembeli.

Downloads

Published

2025-02-21

Conference Proceedings Volume

Section

Prodi Magister Manajemen Perikanan

Categories