ANALISIS KASUS DUGAAN PEMALSUAN PUPUK MELALUI PEMERIKSAAN LABORATORIS KRIMINALISTIK
Keywords:
Pupuk Palsu, Forensik, GC-MS, Logam beratAbstract
Pemalsuan pupuk berpotensi menurunkan produktivitas pertanian, merusak kualitas tanah, serta menimbulkan risiko kesehatan akibat kontaminasi logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus dugaan pemalsuan pupuk menggunakan pendekatan biologi forensik. Empat sampel dianalisis, yaitu pupuk Mahkota dan CIRP (Christmas Island Rock Phosphate) dalam bentuk asli dan diduga palsu. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni – Agustus 2025 di Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau. Metode analisis meliputi karakterisasi fisik, uji logam berat berbasis testkit, Thermogravimetric Analysis (TGA-801), dan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil observasi fisik menunjukkan perbedaan warna dan tekstur antara pupuk asli dan palsu. Uji testkit mengungkapkan kadar timbal (Pb) yang lebih tinggi pada pupuk palsu (10–15 ppm) dibandingkan sampel asli (5 ppm), sementara arsenik (As) terdeteksi sebesar 0,01 ppm pada seluruh sampel dan merkuri (Hg) tidak terdeteksi. Analisis TGA-801 menunjukkan kadar air pupuk palsu sangat rendah dibandingkan pupuk asli, yang berdampak pada kelarutan dan efektivitas pupuk. Hasil GC-MS mengidentifikasi urea sebagai komponen utama dari seluruh sampel, namun pupuk palsu menunjukkan keberadaan senyawa asing seperti cyclobarbital, heliomethylamine, dan W-18 yang tidak ditemukan pada pupuk asli. Hasil keseluruhan membuktikan bahwa sampel pupuk yang diuji telah mengalami pemalsuan dan tidak identik dengan pupuk asli. Kombinasi metode analisis forensik terbukti efektif dalam mengidentifikasi pemalsuan pupuk serta memberikan dukungan ilmiah bagi penegakan hukum dan perlindungan petani
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
