PERBANDINGAN METODE FUZZY C-MEANS DAN K-MEDOIDS DALAM PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH BERDASARKAN POTENSI KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN
Keywords:
Fuzzy C-Means, K-Medoids, Elbow, Silhouette Index, Ketahanan PanganAbstract
Indonesia sebagai negara dengan populasi besar, tingginya konsumsi bahan pokok menjadikan ketahanan pangan nasional sangat vital. Dalam konteks ini, Jawa Tengah memegang peran strategis sebagai salah satu kontributor produksi komoditas unggulan pertanian. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja antara metode Fuzzy C-Means (FCM) dan K-Medoids dalam melakukan pengelompokan 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan variabel produksi padi, buah, sayuran, telur, dan susu ke dalam beberapa kategori mulai dari produksi tinggi hingga rendah. Selain implementasi kedua algoritma tersebut, penelitian ini akan menyajikan pendekatan yang kuat dalam menentukan jumlah cluster 𝑘 optimal dengan menggunakan metode Elbow yang kemudian divalidasi oleh Silhouette Index. Hasil analisis menunjukkan bahwa FCM memberikan kualitas pengelompokan terbaik, dengan Silhouette Score tertinggi (0,3848), dan menghasilkan tiga kelompok wilayah yang merepresentasikan pola produksi yang berbeda secara signifikan. Temuan ini menegaskan adanya spesialisasi komoditas antarwilayah serta menyediakan gambaran yang lebih jelas untuk perencanaan ketahanan pangan daerah
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
