PERBANDINGAN KLASTER HIERARKI DAN K-MEANS DALAM MENGELOMPOKKAN TENAGA KESEHATAN BERDASARKAN RUMAH SAKIT DI KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2024

Authors

  • Herni Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka
  • Ika Nur Laily Fitriana Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka

Keywords:

klasterisasi, Hierarchical Clustering, K-Means Clustering, tenaga kesehatan, rumah sakit

Abstract

Rumah sakit adalah institusi yang menyediakan perawatan rawat inap bagi orang sakit. Di Bojonegoro, pelayanan rumah sakit dinilai cukup baik. Namun, kekurangan tenaga perawat sering membuat keluarga pasien diminta membantu perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengelompokan rumah sakit di Kabupaten Bojonegoro berdasarkan jumlah tenaga kesehatan pada tahun 2024 serta membandingkan performa dua metode analisis klaster, yaitu Hierarchical Clustering (Ward.D2) dan K-Means Clustering. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Satu Data Bojonegoro, mencakup 11 rumah sakit dengan 14 kategori profesi tenaga kesehatan. Setiap variabel memiliki skala dan rentang yang berbeda, sehingga dilakukan standardisasi menggunakan Z-score sebelum proses klasterisasi. Hierarchical Clustering menghasilkan tiga klaster yang berbeda, yaitu klaster rumah sakit berkapasitas SDM rendah hingga menengah, kapasitas menengah, dan kapasitas tinggi. Pemotongan dendrogram pada k = 3 didukung oleh struktur jarak antar klaster yang signifikan. Metode K-Means juga menunjukkan hasil optimal pada k = 3 berdasarkan Elbow Method. Pola pengelompokan keduanya menunjukkan konsistensi tinggi dengan mayoritas rumah sakit berada pada klaster SDM rendah hingga menengah, sementara RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo secara konsisten membentuk klaster tersendiri karena kapasitas tenaga kesehatan yang jauh lebih besar daripada rumah sakit lainnya. Evaluasi menggunakan Silhouette Score menunjukkan nilai identik antara kedua metode (0,3451), yang mengindikasikan kualitas klaster yang cukup baik dan struktur pemisahan yang stabil. Temuan penelitian ini dapat berkontribusi dalam penyusunan kebijakan pemerataan tenaga kesehatan, perencanaan kapasitas layanan, serta evaluasi kesiapan sumber daya manusia pada fasilitas kesehatan di tingkat daerah

Downloads

Published

2026-02-21

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories