PERBANDINGAN METODE AVERAGE LINKAGE DAN K-MEANS UNTUK MENGELOMPOKKAN WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN BERDASARKAN POTENSI PERTANIAN

Authors

  • Gokvindo Simamora Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka, Indonesia
  • Emeylia Safitri Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka, Indonesia

Keywords:

analisis cluster, average linkage, k-means, usaha pertanian perorangan, humbang hasundutan

Abstract

Sektor pertanian berperan penting dalam pergerakan perekonomian di Indonesia. Hal tersebut karena sektor pertanian berkaitan dengan bahan pangan utama dan juga lapangan kerja untuk masyarakat di pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil pengelompokkan kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan berdasarkan potensi subsektor pertanian dengan menggunakan dua metode analisis cluster yakni, average linkage(hierarki) dan k-means (non hierarki). Metode ini bertujuan untuk mengelompokkan kecamatan di kabupaten humbang hasundutan berdasarkan teori usaha pertanian perorangan (UTP) tahun 2023. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman pangan, hortikultura, Perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa pertanian. Hasil pengelompokan menggunakan average linkage didapat 3 cluster. Dengan metode K-means menghasilkan tiga cluster dengan komposisi lebih terstruktur dan mudah di interpretasikan. Cluster pertama dominan oleh subsektor peternakan, cluster kedua unggul di subsektor hortikultura, perikanan, dan cluster ketiga sangat tinggi pada subsektor perkebunan. Jadi bisa di simpulkan bahwa K-means lebih efektif untuk mengidentifikasikan subsektor pertanian di setiap kelompok wilayah

Downloads

Published

2026-02-21

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories