ANALISIS LIMPAHAN SPASIAL (SPATIAL SPILLOVER) GEN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA ESCHERICHIA COLI DI PULAU LOMBOK:

PENDEKATAN MODEL SPATIAL AUTOREGRESSIVE (SAR)

Authors

  • Annisa Lestari Putri Program Studi Statistika, Universitas Terbuka, Bandung, Indonesia
  • Nuramaliyah Program Studi Statistika, Universitas Terbuka, Bandung, Indonesia

Keywords:

Resistensi Antimikroba (AMR), Spatial Autoregressive Model (SAR), Escherichia coli, Efek Limpahan (Spillover Effect)

Abstract

Resistensi antimikroba (AMR) merupakan fenomena kompleks yang sering luput dari analisis spasial konvensional, khususnya terkait efek limpahan (spillover effect) antar wilayah. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi spasial gen resistensi antibiotik (ARG) dan mengukur signifikansi derterminan lokal serta efek limpahan di Pulau Lombok. Menggunakan data sekunder profil genomik 208 isolat Escherichia coli yang diintegrasikan dengan data dari Badan Pusat Statistik, analisis dilakukan menggunakan model spatial autoregressive (SAR). Hasil pemetaan menunjukkan disparitas spasial dengan hotspot resistensi terkonsentrasi di wilayah pedesaan (Kabupaten Lombok Utara 18%, Lombok Timur 15%), berbanding terbalik dengan wilayah urban Kota Mataram (6%). Estimasi model SAR menunjukkan parameter spasial (ρ = 0,223) tidak signifikan (p > 0,05), mengindikasikan belum adaya bukti kuat transmisi lintas wilayah administratif. Namun, model berhasil mengungkap hubungan negatif yang signifikan (p < 0,05) antara kepadatan penduduk dan tingkat resistensi. Berdasarkan hasil analisis, resistensi antimikroba di Pulau Lombok terbukti lebih identik dengan karakteristik wilayah pedesaan. Kondisi ini utamanya dipicu oleh faktor lingkungan di luar perkotaan, yaitu tingginya intensitas kontak langsung antara warga dengan hewan ternak maupun keterbatasan akses terhadap sanitasi yang layak

Downloads

Published

2026-02-21

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories