PEMETAAN KABUPATEN/KOTA DI SUMATERA BARAT BERDASARKAN INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT TAHUN 2024 MENGGUNAKAN ANALISIS BIPLOT DAN K-MEANS
Keywords:
Kesejahteraan Rakyat, Biplot, K-Means, Pemetaan Wilayah, Sumatera BaratAbstract
Provinsi Sumatera Barat memiliki karakteristik wilayah yang beragam sehingga tingkat kesejahteraan antar kabupaten/kota tidak merata. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor pendidikan, kesehatan, kemiskinan, ketenagakerjaan, serta pola konsumsi yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2024 berdasarkan indikator kesejahteraan rakyat menggunakan analisis biplot dan K-Means. Data sekunder diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik yang mencakup indikator pendidikan, kesehatan, kemiskinan, kependudukan, ketenagakerjaan, konsumsi, dan aspek sosial lainnya. Analisis biplot digunakan untuk menggambarkan keterkaitan antar indikator serta posisi relatif setiap wilayah terhadap indikator kesejahteraan, sedangkan K-Means diterapkan untuk mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan kemiripan karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua kelompok wilayah dengan karakteristik kesejahteraan berbeda. Kelompok pertama terdiri dari 7 kota dengan kesejahteraan tinggi. Kelompok kedua terdiri dari 12 kabupaten dengan kesejahteraan relatif lebih rendah, di mana Kabupaten Kepulauan Mentawai menempati posisi paling ekstrem dengan tantangan kesejahteraan paling berat. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan kesejahteraan di Provinsi Sumatera Barat dan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah yang lebih terarah
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
