PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH BERDASARKAN INDIKATOR KEMISKINAN MENGGUNAKAN METODE K-MEDOIDS CLUSTERING
Keywords:
kemiskinan, Jawa Tengah, k-medoids clusteringAbstract
Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh banyak negara di dunia hingga saat ini, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2024, Badan Pusat Statistik mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia sebesar 9,03 persen atau sebanyak 25,22 juta jiwa. Jika dilihat berdasarkan provinsi, Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang memiliki persentase penduduk miskin lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional, meskipun secara geografis dekat dengan ibu kota negara. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi kelompok kabupaten/kota di Jawa Tengah yang memerlukan perhatian khusus pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran umum mengenai karakteristik indikator kemiskinan serta mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan indikator-indikator tersebut menggunakan metode k-medoids clustering. Indikator yang digunakan meliputi persentase penduduk miskin, gini rasio, tingkat pengangguran terbuka (TPT), rata-rata lama sekolah (RLS), dan pertumbuhan ekonomi. Secara keseluruhan, data indikator kemiskinan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan kinerja positif. Namun, ketimpangan antar kabupaten/kota masih terlihat jelas. Hasil pengelompokan menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal yang diperoleh adalah empat klaster. Klaster 1 terdiri atas 3 anggota, klaster 2 terdiri atas 7 anggota, klaster 3 terdiri atas 19 anggota, dan klaster 4 terdiri atas 6 anggota
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
