IMPLEMENTASI METODE K MEANS DAN FUZZY C MEANS DALAM KLASIFIKASI KELUARGA R I SIKO STUNTING DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Keywords:
Stunting, KRS, K Means, Fuzzy C Means, KlasterisasiAbstract
Penurunan angka stunting menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional di Indonesia , terutama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki prevalensi stunting tertinggi secara nasional. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan 22 kabupsten/kota di Provinsi NTT berdasarkan delapan indikator Keluarga Risiko Stunting ( M etode klaster isasi, yaitu K Means dan Fuzzy C Means (FCM) sebagai dua pendekatan klaster isasi non hirarki yang memungkinkan penelusuran kedekaatan karakteristik antar wilayah. K Means menghasilkan dua klaster utama yang memisahkan wilayah dengan nilai indikator KRS rendah dan tinggi
secara tegas. Metode FCM juga membentuk dua klaster , namun memberikan gambaran yang lebih rinci melalui derajat keanggotaan setiap wilayah, sehingga pola tumpang tindih antar wilayah dapat terlihat lebih jelas. Perbandingan kedua metode menunjukkan bahwa K Means memberikan pemisahan klaster yang sederhana dan langsung, sedangkan FCM lebih informatif
untuk memaha mi perbedaan tingkat risiko antar kabupaten/kota. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran kompregensif mengenai penyebaran KRS di provinsi NTT dan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas intervensi stunting lebih adaptif dan tepat sasaran.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
