SEGMENTASI DAERAH DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN K-MEANS DAN HIERARCHICAL CLUSTERING BERDASARKAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI TAHUN 2024
Keywords:
k-means, hierarchical, segmentasi, sosial, ekonomiAbstract
Permasalahan ekonomi dan ketenagakerjaan masih menjadi isu krusial di Provinsi Jawa Barat. Hal ini ditunjukkan oleh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat sebesar 6,74% pada Februari 2025 yang menempatkannya sebagai provinsi dengan TPT tertinggi ke-3 di Indonesia. Kondisi ini menandakan adanya ketimpangan sosial-ekonomi antardaerah yang perlu dipetakan secara komprehensif untuk mendukung kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan daerah di Jawa Barat berdasarkan kesamaan karakteristik sosial-ekonomi menggunakan metode K-Means dan Hierarchical Clustering. Data yang digunakan berasal dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang mencakup indikator sosial-ekonomi, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), PDRB per kapita, dan indikator lainnya. Hasil klasterisasi menunjukkan bahwa daerah di Jawa Barat terbagi menjadi tiga klaster, yaitu Daerah Maju (15%), Daerah Berkembang (44%), dan Daerah Tertinggal (41%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan yang lebih terarah, efisien, serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
