PERBANDINGAN METODE K-MEANS DAN HIERARCHICAL CLUSTERING DALAM MENGELOMPOKKAN KOMPETENSI PRAKTIK SISWA TSM SEBAGAI DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN
Keywords:
k-means clustering, hierarchical clustering, kompetensi praktik, evaluasi pembelajaran, silhouette indexAbstract
Evaluasi kompetensi praktik siswa SMK secara konvensional masih bersifat subjektif sehingga program intervensi pembelajaran tidak selalu tepat sasaran. Penelitian ini membandingkan metode K-Means Clustering dan Hierarchical Clustering dalam mengelompokkan kompetensi praktik siswa Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Baitul Izza sebagai dasar evaluasi pembelajaran. Data sekunder berupa enam variabel kompetensi praktik diperoleh dari 120 siswa kelas XI dan XII TSM. Jumlah cluster optimal ditentukan dengan Elbow Method dan kinerja kedua metode dibandingkan menggunakan Silhouette Index. Hasil analisis menggunakan software R menunjukkan bahwa K=3 merupakan jumlah cluster optimal. K-Means menghasilkan tiga cluster dengan 45 siswa berkompetensi tinggi, 32 siswa berkompetensi sedang, dan 43 siswa berkompetensi rendah. Hierarchical Clustering menghasilkan 45 siswa berkompetensi tinggi, 30 siswa berkompetensi sedang, dan 45 siswa berkompetensi rendah. K-Means menunjukkan kinerja sedikit lebih baik dengan Silhouette Index sebesar 0,5502 dibandingkan Hierarchical Clustering sebesar 0,5438. Meskipun selisihnya kecil, hasil ini menunjukkan bahwa K-Means lebih sesuai untuk data kompetensi praktik siswa pada penelitian ini.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
