ANALISIS SPATIO - TEMPORAL PERSEBARAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA PUSAT, PROVINSI DKI JAKARTA

Authors

  • Hamidah Agestiana Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Terbuka, Kota Bogor, Indonesia
  • Lintang Rahmayana Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Terbuka, Kota Bogor, Indonesia

Keywords:

IMB, Jakarta Pusat, persebaran spasial, SIG, spatio-temporal

Abstract

Pemantauan pertumbuhan kota secara formal di Indonesia masih menghadapi tantangan mendasar tidak adanya instrumen berbasis data perizinan yang dioptimalkan secara spasial dan temporal. Arsip Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikelola pemerintah daerah sesungguhnya menyimpan kandungan informasi analitik yang sangat bernilai setiap IMB merekam lokasi, waktu, fungsi, dan skala pembangunan dalam satu entri administratif. Tanpa eksplorasi sistematis terhadap potensi ini, perencanaan kota kehilangan satu sumber bukti empiris yang sebenarnya sudah tersedia. Ketimpangan antara kekayaan data yang tersimpan dalam arsip IMB dan minimnya pemanfaatannya dalam kajian perencanaan wilayah inilah yang menjadi titik berangkat penelitian ini. Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spatio-temporal berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) guna menelusuri bagaimana pola perizinan bangunan mencerminkan dinamika perkembangan ruang di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Sebanyak 77 data IMB dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta diolah melalui serangkaian tahapan meliputi geocoding alamat, estimasi kepadatan berbasis kernel, serta pengelompokan ke dalam lima fase historis: 1970 - 1989, 1990 - 1999, 2000 - 2004, 2005 - 2009, dan 2010 - 2014. Temuan menunjukkan bahwa pembangunan formal terkonsentrasi secara spasial pada kawasan-kawasan beraksesibilitas tinggi, terutama di sepanjang sumbu bisnis utama kota dan kecamatan-kecamatan yang berfungsi sebagai pusat ekonomi serta pemerintahan. Dari perspektif waktu, lonjakan penerbitan IMB paling tajam berlangsung antara tahun 2005 dan 2009. Pola ekspansi yang teridentifikasi bergerak dari inti kawasan terencana menuju wilayah sekitarnya, dengan dominasi fungsi non-hunian yang memperkuat karakter Jakarta Pusat sebagai pusat kegiatan primer. Kajian ini memberikan bukti empiris bahwa arsip IMB dapat dioptimalkan sebagai instrumen berbasis SIG yang andal untuk mendukung monitoring dan pengendalian pertumbuhan kota.

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories