IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENENTU PREVALENSI STUNTING PADA BALITA DI PROVINSI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN REGRESI BERGANDA DAN REGRESI ROBUST

Authors

  • Jeniva Dwi Putri Asyudi Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia
  • Emeylia Safitri Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia

Keywords:

Stunting, Regresi Linear Berganda, Regresi Robust, Jawa Timur, Outlier

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu prevalensi stunting pada 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur tahun 2024 menggunakan regresi linear berganda dan regresi robust serta membandingkan kinerja kedua model tersebut. Variabel dependen yang digunakan adalah prevalensi stunting, sedangkan variabel independennya meliputi persentase bayi berat lahir rendah (BBLR) dan cakupan ASI eksklusif. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, analisis korelasi, uji multikolinearitas, uji normalitas residual, uji heteroskedastisitas, deteksi outlier, regresi linear berganda, regresi robust, dan analisis komparatif model. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata prevalensi stunting di Provinsi Jawa Timur tahun 2024 sebesar 14,40%. Nilai koefisien determinasi (R²) pada regresi linear berganda menyatakan bahwa model mampu menjelaskan 95,9% variasi prevalensi stunting, dimana variabel BBLR memiliki hubungan positif, dan cakupan ASI eksklusif memiliki hubungan negatif terhadap prevalensi stunting. Sedangkan regresi robust membuktikan bahwa terdapat arah koefisien yang konsisten dengan regresi linear berganda sehingga menandakan bahwa estimasi parameter relatif lebih stabil terhadap keberadaan outlier. Analisis komparatif menyatakan bahwa nilai RMSE kedua regresi tersebut mendekati sama, yaitu sekitar 3,2. Hasil tersebut membuktikan bahwa kedua model memiliki kemampuan prediksi yang relatif proporsional. Namun demikian, residual standard error pada regresi robust lebih kecil sebesar 1,4 dibandingkan dengan regresi linear berganda sebesar 3,3 yang menandakan bahwa penyimpangan residual pada model robust lebih kecil. Dengan demikian, regresi robust dipilih sebagai model terbaik untuk menjelaskan pengaruh BBLR dan ASI Eksklusif terhadap prevalensi stunting di Provinsi Jawa Timur tahun 2024.

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories