SIMULASI REDUKSI GELOMBANG MENGGUNAKAN SOFTWARE DELFT3D PADA HUTAN MANGROVE PANTAI DUBIBIR KABUPATEN SITUBONDO

Authors

  • Raden Denisio Edwin Rikarda Program Studi Teknik Sipil, Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Muhammad Alfaridzi Program Studi Teknik Sipil, Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Retno Utami Agung Wiyono Program Studi Teknik Sipil, Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Abdur Rohman Program Studi Teknik Sipil, Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Gusfan Halik Program Studi Teknik Sipil, Universitas Jember, Jember, Indonesia

Keywords:

Building with Nature, Pantai Dubibir, Perangkat Lunak DELFT3D, Reduksi Tinggi Gelombang, Rhizophora sp

Abstract

Wilayah pesisir rentan terhadap gelombang tinggi, abrasi, dan banjir rob yang mengancam lingkungan serta infrastruktur pantai. Salah satu upaya perlindungan pesisir yang berkelanjutan adalah konsep building with nature melalui pemanfaatan ekosistem mangrove sebagai pelindung alami pantai. Penelitian ini dilakukan di Pantai dubibir, Kecamatan suboh, Kabupaten situbondo, yang memiliki hutan mangrove sepanjang ±2 km dengan lebar sekitar 250 m dan didominasi oleh jenis rhizophora sp. Lokasi penelitian dipilih karena beberapa bangunan tangkis gelombang yang tidak terlindungi mangrove mengalami kerusakan akibat gelombang tinggi dan banjir rob. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mangrove dalam mereduksi tinggi gelombang sebagai bentuk perlindungan pantai berbasis ekosistem. Metode yang digunakan adalah pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak delft3d untuk mensimulasikan propagasi gelombang sebelum dan sesudah melewati kawasan mangrove. Data yang digunakan adalah data angin periode 2012–2021 yang diperoleh dari bmkg serta data batimetri dari batnas dan demnas. Data tersebut diolah untuk memperoleh karakteristik angin dominan, kondisi kedalaman perairan, dan topografi pesisir yang kemudian digunakan sebagai data masukan dalam pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak delft3d. Analisis dilakukan pada empat titik observasi yang mewakili kondisi lapangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa keberadaan mangrove mampu mereduksi tinggi gelombang secara signifikan dengan nilai reduksi pada titik observasi a, b, c, dan d berturut-turut sebesar 55%, 43%, 47%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove efektif sebagai green infrastructure dalam meningkatkan ketahanan pesisir terhadap gelombang tinggi dan banjir rob serta mendukung penerapan konsep building with nature untuk perlindungan dan pengelolaan pesisir berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories