EFEKTIVITAS TEKNOLOGI PELAPISAN BEESWAX DAN NANO-KITOSAN PADA BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX L.) VARIETAS BIOSOY UNTUK MENEKAN DETERIORASI DAN MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN

Authors

  • Apriandra Prastama Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Terbuka, Tanggerang Selatan, Indonesia
  • Ema Sri Mulyani BRMP Pascapanen Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Bogor, Indonesia
  • R. Idris Suryadi BRMP Pascapanen Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Bogor, Indonesia

Keywords:

benih kedelai, vigor, deteriorasi, nano-coating, wax

Abstract

Deteriorasi benih merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan mutu benih kedelai selama penyimpanan. Upaya untuk memperlambat proses deteriorasi dapat dilakukan melalui teknologi pelapisan (coating) benih kedelai menggunakan bahan polimer, seperti kitosan dan lilin lebah (beeswax). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelapisan benih kedelai dalam mempertahankan viabilitas dan vigor benih selama masa penyimpanan. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis pelapisan yang terdiri atas kontrol (tanpa pelapisan), nano coating dan wax coating. Faktor kedua adalah lama penyimpanan hingga 5 bulan. Parameter yang diamati meliputi indeks vigor, daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimal. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan lama penyimpanan menyebabkan penurunan indeks vigor dan daya berkecambah secara nyata. Perlakuan nano coating mampu mempertahankan daya berkecambah lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol maupun wax coating. Terdapat interaksi nyata antara jenis pelapisan dan lama penyimpanan terhadap kualitas benih. Pada parameter Indeks vigor, perlakuan kontrol menghasilkan rerata perlakuan lebih tinggi (65,33%) diikuti nano coating (60,93%) dan wax coating (57,47%). Sedangkan pada parameter daya berkecambah, rerata perlakuan nano coating menghasilkan nilai tertinggi (80,67%), namun tidak berbeda nyata dengan tanpa pelapisan/kontrol (76,13%). Setelah penyimpanan lima bulan, nano coating mampu mempertahankan daya berkecambah secara stabil. Sementara pada parameter potensi tumbuh maksimal, rerata perlakuan nano coating menghasilkan nilai tertinggi sebesar 90,47%, lebih tinggi dibandingkan perlakuan kontrol dan wax coating sebesar 85,07% dan 82,80%.

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories