FAKTOR PENENTU STATUS GIZI DENGAN METODE REGRESI REGULARISASI RIDGE, LASSO, DAN ELASTIC NET (STUDI KASUS:

POSYANDU DESA SEJAHTERA PROVINSI SUMATERA UTARA)

Authors

  • Ruth Aryati Manihuruk Program Studi Statistika, Universitas Terbuka,Tangerang Selatan, Indonesia
  • Fonda Leviany Program Studi Statistika, Universitas Terbuka,Tangerang Selatan, Indonesia

Keywords:

Multikolinieritas, Regresi Ridge, Regresi Lasso, Regresi Elastic Net, Status Gizi Balita

Abstract

Gizi balita mengacu pada makanan yang telah disesuaikan dengan usia sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan balita. Gizi balita yang tepat pada balita membantu mencegah penyakit, disabilitas, dan masalah kesehatan lainnya serta meningkatkan perkembangan otak dan kesehatan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor pasti yang mempengaruhi status gizi balita dan sejauh mana pengaruhnya. Data penelitian menggunakan data balita yang berkunjung ke posyandu di Desa Sejahtera, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Metodologi penelitian menggunakan metode regresi ridge, lasso, dan elastic network untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi, mengatasi masalah data seperti multikolinearitas dan overfitting, serta membandingkan keandalan ketiga metode melalui nilai Mean Squared Error (MSE) untuk mengetahui variable yang menjadi penentu status gizi balita. Variabel yang digunakan dalam metode ini berupa satu variable terikat (Y) yaitu Berat Badan menurut Berat Badan dan Tinggi Badan (BB/TB) dengan sebelas variable bebas. Berdasarkan hasil nilai MSE ketiga metode yang diteliti diperoleh bahwa metode lasso memiliki nilai MSE terkecil yaitu sebesar 0,000008135 yang mengartikan bahwa metode lasso sebagai metode terbaik dalam penelitian ini. Metode ini mendapatkan hasil 8 variabel dengan variabel jenis kelamin, status ekonomi, berat badan lahir dan berat badan memiliki koefisien positif signifikan. Variabel usia, pengeluaran per individu, kegiatan ibu dan tinggi badan mengidentifikasikan bahwa semakin tinggi usia, pengeluaran per individu, ibu yang memiliki kegiatan (bekerja) dan tinggi badan akan menyebabkan kecenderungan status gizi yang rendah begitu pula sebaliknya. Sementara itu variabel pendapatan orang tua,pendidikan ibu dan jumlah anggota keluarga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan sehingga ketiga variabel tersebut dieliminasi dalam model ini.

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories