ANALISIS SPASIAL FAKTOR KONSUMSI TERHADAP STUNTING DI NUSA TENGGARA TAHUN 2024 DAN CLUSTERING WILAYAH DALAM MENGOPTIMALKAN SEBARAN INFRASTRUKTUR SPPG
Keywords:
stunting, konsumsi, analisis spasial, clustering, SPPGAbstract
Stunting masih menjadi ancaman seruis di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara. Berbeda dengan angka nasional yang menurun, Kepulauan Nusa Tenggara justru mengalami peningkatan prevalensi stunting pada tahun 2024. Salah satu penyebab utama terjadinya stunting adalah faktor konsumsi rumah tangga sebagai cerminan kualitas gizi. Untuk itu, tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui dampak dari faktor konsumsi rumah tangga yaitu pengeluaran perkapita untuk makanan, konsumsi protein dan kelayakan konsumsi air minum rumah tangga terhadap prevalensi stunting dengan mempertimbangkan aspek spasial. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menegelompokkan (clustering) wilayah didasarkan pada faktor konsumsi yang terbukti signifikan mempengaruhi stunting. Hasil penelitian menunjukkan terdapat autokorelasi spasial, dan hasil SAR menemukan bahwa faktor konsumsi protein dan konsumsi air minum layak berpengaruh signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting, sedangkan faktor persentase pengeluaran untuk makanan tidak signifikan. Penelitian ini juga menghasilakan pemetaan konsentrasi percepatan penurunan prevalensi stunting menjadi 3 cluster. Hasil cluster ini menunjukkan bahwa sebaran pembangunan infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum berdasarkan urgensi penurunan prevalensi stunting. Harapannya temuan ini digunakan untuk menyusun strategi sebaran pembangunan infrastruktur SPPG yang lebih akurat dan efisien pada cluster yang terbentuk, sesuai dengan tingkat sebaran prevalensi stunting berdasarkan karakteristik faktor konsumsi yang mempengaruhinya di masing-masing cluster.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
