PERBANDINGAN METODE K-MEANS DAN K-MEDOIDS DALAM PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TIMUR BERDASARKAN INDIKATOR TINGKAT KESEJAHTERAAN

Authors

  • Shella Mayasyah Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia
  • Emeylia Safitri Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia

Keywords:

K-Means, K-Medoids, Jawa Timur, Kesejahteraan, Clustering

Abstract

Penyebaran tingkat kesejahteraan yang merata di berbagai daerah menjadi dasar penting untuk mempercepat pembangunan nasional yang adil bagi setiap daerah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemetaan wilayah yang akurat guna mengatasi ketimpangan kondisi sosial-ekonomi di tingkat daerah. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kesejahteraan yang cukup beragam. Adapun tujuan utama dari studi ini adalah untuk pengelompokkan kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur berdasarkan indikator kesejahteraan tahun 2025, sekaligus menguji efektivitas antara metode K-Means dan K-Medoids. Data yang digunakan mencakup berbagai indikator kesejahteraan seperti indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran terbuka, jumlah penduduk miskin, penduduk yang memiliki jaminan kesehatan BPJS PBI, rata-rata upah/gaji bersih sebulan, dan rata-rata lama sekolah usia >25. Temuan penelitian ini bahwa kedua metode menghasilkan jumlah klaster optimal yang sama yaitu 2 klaster, dengan komposisi keanggotaan wilayah yang sepenuhnya identik. Klaster 1 terdiri atas 27 wilayah yang seluruhnya merupakan kabupaten, sedangkan Klaster 2 terdiri atas 11 wilayah. Klaster 1 yang didominasi oleh wilayah kabupaten menunjukkan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih rendah pada sebagian besar indikator tingkat kesejahteraan. Sedangkan, klaster 2 dapat dikategorikan sebagai kelompok wilayah dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories