STATUS KEBERLANJUTAN SUMBER DAYA IKAN ENDEMIK TEMPALAK BUDU (Betta chloropharynx) DI KABUPATEN BANGKA SELATAN

Authors

  • Luhung Amin Firdaus Magister Manajemen Perikanan, Universitas Terbuka Pangkalpinang

Keywords:

Betta chloropharynx, keberlanjutan, MDS RAPFISH

Abstract

Ikan Tempalak Budu (Betta chloropharynx) adalah ikan endemik Pulau Bangka khusunya Bangka Selatan dengan habitat yang sangat terbatas di rawa gambut. Statusnya menurut IUCN Redlist adalah Critically Endangered (CR) karena ancaman serius dari konversi lahan, tambang timah, dan degradasi habitat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan sumber daya ikan Tempalak Budu (Betta chloropharynx). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi (mix methods) yang mengkombinasikan teknik dan prosedur pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Responden berjumlah 18 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling yang dikombinasikan dengan stratified sampling. Analisis data dilakukan dengan MDS RAPFISH, dilengkapi dengan analisis Leverage dan Monte Carlo untuk menilai keberlanjutan dari 4 dimensi. Hasil analisa menunjukkan indeks keberlanjutan atau Rapscore 40,39 keberlanjutan sumber daya genetik ikan Tempalak Budu (Betta chloropharynx) termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Pada dimensi ekologi, sosial, dan tata kelola nilai Rapscore masing-masing 30,37; 48,87; 24,49 berada pada kategori kurang berkelanjutan, sedangkan dimensi ekonomi nilai Rapscore 57,81 masuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Kesimpulannya status keberlanjutan pengelolaan ikan Tempalak Budu (Betta chloropharynx) masih lemah, teutama pada aspek ekologi, sosial, dan tata kelola sehingga perlu dilakukan upaya konservasi dan perlindungan habitat.

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories