PENENTUAN KANDUNGAN C-ORGANIK LUMPUR KOLAM BUDIDAYA IKAN LELE DAN NILA DI BANYUASIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI
Keywords:
c-organik, bahan organi, lumpur kolam ikan, spektrofotometer uv-vis, metode walkley-blackAbstract
Lumpur kolam budidaya ikan merupakan tempat akumulasi bahan organik yang berasal dari sisa pakan, feses ikan, dan organisme yang telah mati. Akumulasi bahan organik tersebut dapat memengaruhi kualitas sedimen sehingga diperlukan analisis kandungan karbon organik (C-organik) sebagai salah satu indikator kualitas lingkungan budidaya. Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan C-organik pada lumpur kolam budidaya ikan lele dan ikan nila di Banyuasin menggunakan metode Walkley–Black berbasis spektrofotometri UV-Vis. Sampel diambil dari tiga kolam budidaya yang terdiri atas dua kolam ikan lele dan satu kolam ikan nila dengan enam titik pengambilan sampel. Analisis dilakukan menggunakan kurva kalibrasi larutan standar berkonsentrasi 0–250 ppm, kemudian dievaluasi berdasarkan linearitas, presisi, dan akurasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva kalibrasi memiliki hubungan linear dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9745. Sebagian besar sampel memenuhi kriteria presisi, sedangkan uji akurasi menunjukkan dua sampel berada di luar rentang penerimaan. Kandungan C-organik lumpur berkisar antara 0,32–0,67%, sedangkan kadar bahan organik berkisar antara 0,54–1,16%. Seluruh sampel memiliki kandungan C-organik kurang dari 1% sehingga tergolong rendah. Perbedaan kandungan C-organik menunjukkan adanya variasi akumulasi bahan organik pada masing-masing kolam budidaya. Metode Walkley–Black berbasis spektrofotometri UV-Vis dapat digunakan untuk penentuan kandungan C-organik pada lumpur kolam budidaya dengan kinerja analisis yang baik.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
