KEANEKARAGAMAN BURUNG SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS EKOSISTEM PADA AREA DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN BERBEDA DI KAMPUNG LALI GADGET, SIDOARJO
Keywords:
burung, bioindikator, keanekaragaman, kelimpahan, Point Count, Kampung Lali GadgetAbstract
Burung merupakan salah satu kelompok fauna yang sensitif terhadap perubahan lingkungan sehingga sering digunakan sebagai bioindikator kualitas ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komunitas burung pada area yang jarang dikunjungi dan area yang sering dikunjungi di Kampung Lali Gadget, Sidoarjo, serta menilai kualitas ekosistem berdasarkan keanekaragaman dan kelimpahan burung. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dengan teknik Point Count pada dua titik pengamatan, yaitu Point Count A (area jarang dikunjungi) dan Point Count B (area sering dikunjungi). Pengamatan dilakukan selama empat minggu dengan empat kali pengulangan setiap minggu pada pukul 06.00–09.30 WIB. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') dan kelimpahan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Point Count A memiliki jumlah individu dan jumlah spesies yang lebih tinggi dibandingkan Point Count B. Pada Point Count A ditemukan 757 individu dari 13 spesies dengan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener sebesar 2,266, sedangkan pada Point Count B ditemukan 302 individu dari 11 spesies dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 1,882. Kedua lokasi termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang, namun Point Count A memiliki tingkat keanekaragaman yang lebih tinggi. Spesies yang mendominasi pada kedua lokasi adalah walet linci (Collocalia linchi), sedangkan beberapa spesies yang relatif sensitif terhadap gangguan, seperti cinenen jawa (Orthotomus sepium) dan alap-alap (Falco moluccensis), hanya ditemukan pada Point Count A. Perbedaan komposisi spesies dan jumlah individu menunjukkan bahwa intensitas aktivitas manusia berpengaruh terhadap keberadaan dan distribusi burung. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa area yang jarang dikunjungi memiliki kualitas habitat yang lebih baik dibandingkan area yang sering dikunjungi. Keanekaragaman dan kelimpahan burung terbukti dapat digunakan sebagai indikator dalam menilai kualitas ekosistem di Kampung Lali Gadget.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
