STUDI KOMPARATIF METODE HIERARKI DAN NON-HIERARKI DALAM KLASTERISASI WILAYAH BERDASARKAN INDIKATOR SOSIAL EKONOMI DI SUMATERA UTARA 2024 UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Authors

  • Rindamia Silvana Fincantiery Program Studi Demografi dan Pencatatan Sipil, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Kholidyah Tosa Pertiwi Program Studi Demografi dan Pencatatan Sipil, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Raafi Cahya Andrino Program Studi Demografi dan Pencatatan Sipil, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Rieska Damai Yanti Program Studi Demografi dan Pencatatan Sipil, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Gamareza Arhyan Prasetya Program Studi Demografi dan Pencatatan Sipil, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia
  • Muhammad Riefky Program Studi Demografi dan Pencatatan Sipil, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Keywords:

Hierarki, Non-Hierarki, SDGs, Sosial-Ekonomi, Sumatera Utara

Abstract

Tingkat kesejahteraan sosial ekonomi di Sumatera Utara masih menunjukkan ketimpangan antar wilayah, di mana daerah perkotaan memiliki akses ekonomi dan pendidikan lebih baik dibandingkan pedesaan atau terpencil. Kemiskinan dan pengangguran masih terkonsentrasi di wilayah tertentu akibat keterbatasan infrastruktur serta kualitas sumber daya manusia yang rendah. Timpangnya distribusi pendapatan dan perbedaan kepadatan penduduk menyebabkan kesejahteraan masyarakat belum merata secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini untuk mengelompokkan wilayah di Sumatera Utara tahun 2024 berdasarkan indikator sosial ekonomi menggunakan pendekatan komparatif antara metode hierarki (Average Linkage, Complete Linkage, Single Linkage) dan non-hierarki (K-Means). Penelitian ini memakai jenis kuantitatif dengan data diperoleh merupakan data sekunder berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara tahun 2024. Variabel penelitian yang digunakan yaitu persentase kemiskinan, persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), kepadatan penduduk, dan Gini Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Single Linkage dan Complete Linkage sebagai metode hierarki merupakan metode yang paling optimum dengan nilai Silhouette 0,4821 dan jumlah klaster terbentuk sebanyak 2 klaster yaitu klaster 1 sebanyak 31 kabupaten/kota sebagai klaster dengan nilai indikator sosial ekonomi rendah, klaster 2 sebanyak 2 kabupaten/kota yaitu Kota Medan dan Kota Sibolga sebagai klaster dengan nilai indikator sosial ekonomi tinggi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengenai pola ketimpangan kesejahteraan antar wilayah serta menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories