PERBANDINGAN METODE K-MEANS DAN AVERAGE LINKAGE UNTUK PENGELOMPOKKAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA BARAT BERDASARKAN INDIKATOR KEMISKINAN
Keywords:
Kemiskinan, Analisis Cluster, K-Means, Average Linkage, SilhouetteAbstract
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang masih menjadi perhatian di Provinsi Jawa Barat. Karakteristik kemiskinan yang berbeda antar kabupatan/kota menyebabkan dibutuhkannya pengelompokkan wilayah sebagai dasar penyusunan kebijakan agar lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat berdasarkan jumlah penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka (TPT), pengeluaran per kapita, gini ratio dan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) menggunakan metode K-Means dan Average Linkage. Penentuan jumlah cluster optimal pada metode k-means dilakukan menggunakan metode silhouette. Selanjutnya dilakukan pengelompokkan menggunakan metode k-means dan average linkage serta evaluasi kualitas cluster menggunakan indeks silhouette. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cluster optimal yang diperolah pada kedua metode adalah dua cluster. Nilai indeks silhouette pada metode K-Means sebesar 0,2831 dan pada metode Average Linkage sebesar 0,4631. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Average Linkage menghasilkan kualitas pengelompokkan yang lebih baik dibandingkan metode K-Means. Oleh karena itu, metode Average Linkage dipilih sebagai metode terbaik dalam mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat berdasarkan karakteristik kemiskinan.
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
Categories
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi "SainTek"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
