ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TIMBULAN SAMPAH PER KAPITA KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN REGRESI KUANTIL

Authors

  • Silvia Program Studi Statistika, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia
  • Ika Nur Laily Fitriana Program Studi Statistika, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Indonesia

Keywords:

Indonesia, kabupaten/kota, pengelolaan sampah, regresi kuantil, timbulan sampah

Abstract

Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi menjadikan timbulan sampah sebagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks di Indonesia. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi timbulan sampah per kapita kabupaten/kota di Indonesia dengan pendekatan regresi kuantil. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2020-2025. Sampel penelitian mencakup 85 kabupaten/kota yang diambil dengan teknik purposive sampling dengan kriteria memiliki data lengkap selama periode pengamatan, sehingga diperoleh 510 observasi. Data yang semula berbentuk panel diperlakukan sebagai pooled data pada proses pemodelan regresi kuantil, dengan total sampel sebanyak 85 kabupaten/kota sehingga diperoleh sebanyak 510 observasi. Variabel independen yang dianalisis meliputi pengeluaran per kapita, kepadatan penduduk, laju pertumbuhan PDRB, serta variabel dummy untuk merepresentasikan status wilayah (kabupaten/kota) dan tahun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran per kapita dan status wilayah berpengaruh positif dan signifikan terhadap timbulan sampah per kapita di seluruh kuantil yang dianalisis. Kepadatan penduduk memiliki pengaruh positif serta signifikan pada kuantil 0,25 dan 0,50, tetapi tidak lagi signifikan pada kuantil 0,75. Laju pertumbuhan PDRB tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan pada seluruh kuantil yang dianalisis. Variabel dummy tahun hanya signifikan pada kuantil 0,25, terutama untuk tahun 2024 dan 2025 jika dibandingkan dengan tahun acuan, namun tidak lagi berpengaruh signifikan pada distribusi kuantil lainnya. Temuan ini menunjukkan adanya heterogenitas pengaruh variabel independen terhadap timbulan sampah per kapita, pada berbagai tingkat distribusi. Wilayah kota cenderung memiliki timbulan sampah per kapita yang lebih tinggi dibandingkan wilayah kabupaten, terutama pada kelompok daerah dengan tingkat timbulan sampah yang relatif tinggi. Namun demikian, hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena sampel hanya mencakup kabupaten/kota dengan data SIPSN lengkap.

Downloads

Published

2026-08-31

Conference Proceedings Volume

Section

Artikel

Categories