Penyuluhan Green technologi Eks Tambang Timah liar dan pemanfaatan tanaman untuk contoh ketahanan pangan bagi siswa siswi SMP 10 di kota Pangkalpinang

-

Authors

  • Rosalita agustini Universitas Terbuka
  • Unggul Utan Sufandi Universitas Terbuka
  • Yusuf Universitas Terbuka
  • Hasmonel Universitas Terbuka
  • Tsulis amiruddin Universitas Bangka Belitung

Keywords:

Lingkungan, Green tekhnologi, Ketahanan Pangan

Abstract

Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) dituntut memiliki kemampuan belajar mandiri sebagai konsekuensi dari sistem pendidikan jarak jauh yang menekankan otonomi, disiplin, dan tanggung jawab personal. Meskipun sistem, prosedur, serta fasilitas pendukung—meliputi registrasi, tutorial, ujian, hingga kelulusan—telah tersedia secara komprehensif, berbagai permasalahan administratif dan akademik masih ditemukan akibat rendahnya kemandirian belajar mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekologis sekaligus menumbuhkan kemandirian mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam rehabilitasi lingkungan pascatambang timah liar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode yang digunakan meliputi: (1) penyuluhan mengenai praktik tambang timah ilegal dan pemetaan beberapa titik tambang di Pangkalpinang; (2) edukasi dampak ekologis dan sosial kerusakan lahan di Pulau Bangka; serta (3) praktik pemanfaatan lahan bekas tambang melalui penanaman sayuran (cabai) dan tanaman buah sebagai bentuk penghijauan dan pemberdayaan produktif. Peserta juga diberikan sarana pendukung berupa media pembibitan, benih, polybag, dan pupuk guna memastikan keberlanjutan kegiatan. Program ini dilandasi refleksi atas peristiwa banjir besar tahun 2016 yang melanda berbagai wilayah di Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Pangkalpinang, yang diduga berkorelasi dengan degradasi lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap isu lingkungan lokal, tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya rehabilitasi lahan, serta penguatan karakter mandiri melalui pembelajaran kontekstual berbasis aksi. Kegiatan ini menegaskan bahwa integrasi antara pendidikan kewarganegaraan, kesadaran ekologis, dan praktik pemberdayaan lingkungan dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kemandirian mahasiswa sekaligus mendukung ketahanan lingkungan daerah.

References

Adi, W., Hartoko, A., Purnomo, P. W., Supratman, O., Pringgenies, D., & Hernawan, U. E. (2024). Ecological condition of seagrass meadows around sea-based tin mining activities in the waters of Bangka Belitung Islands, Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 209, 117151.

Badan Pangan Nasional. (2023). Laporan ketahanan pangan nasional 2023. Jakarta: Bapanas.

Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (2023). Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam angka 2023. Pangkalpinang: BPS.

Centre for Evidence and Implementation, & Youth Futures Foundation. (2024). Youth participatory research: A review of reviews and practice guidance (CEI report).

Food and Agriculture Organization. (2021). Soil rehabilitation and sustainable land management. Rome: FAO.

Food and Agriculture Organization. (2022). Agroforestry for sustainable food systems. Rome: FAO.

Houmam, L., & Ibourk, A. (2023). Effects of school-based environmental clubs: fostering environmental awareness and strengthening eco-citizen behaviors among students. Journal of Law and Sustainable Development, 11(12), 1–22.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Status lingkungan hidup Indonesia 2021. Jakarta: KLHK.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Laporan kinerja pengelolaan lingkungan pesisir dan laut. Jakarta: KLHK.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2024). Buku lapang budidaya alpukat (Panduan teknis).

OECD. (2023). Education for environmental sustainability: Policies and approaches. Paris: OECD Publishing.

Pratiwi, P., Narendra, B. H., & Mulyanto, B. (2020). Soil properties improvement and use of adaptive plants for land rehabilitation of post tin mining closure in Bangka Island, Indonesia. Biodiversitas, 21(2), 505–511.

UNESCO. (2020). Education for sustainable development: A roadmap. Paris: UNESCO.

United Nations Environment Programme. (2022). Nature-based solutions for ecosystem restoration. Nairobi: UNEP.

World Bank. (2021). Environmental sustainability and mining governance in developing countries. Washington, DC: World Bank.

Downloads

Published

26-01-2026