Optimalisasi Bank Sampah, Incinerator, dan Biogas Menuju Zero Waste Di Desa Triharjo

Authors

  • Windha Mega Pradnya Dhuhita Universitas Amikom Yogyakarta
  • Sukamta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Rivga Agusta Universitas Amikom Yogyakarta(
  • Arif Akbarul Huda Universitas Amikom Yogyakarta

Keywords:

Pengolahan Sampah, Incinerator, Zero Waste, Bank Sampah, reaktor biogas

Abstract

Pengelolaan sampah di Desa Triharjo, Sleman, menghadapi tantangan serius akibat ditutupnya TPA Piyungan. Masyarakat di desa ini mengalami kendala besar karena volume sampah rumah tangga terus meningkat, sementara kapasitas pengelolaan di tingkat lokal belum mampu menangani, yang menyebabkan penumpukan sampah di lingkungan. Residu non-plastik semakin menumpuk, sampah organik belum dikelola, dan bank sampah yang ada masih memiliki keterbatasan dalam manajemen administrasi maupun sistem pelaporan keuangan. Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) menawarkan solusi melalui penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi tepat guna. Program ini menitikberatkan pada tiga solusi utama. Pertama, edukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya yaitu rumah tangga. Kedua, pembangunan incinerator berkapasitas 1,5 ton untuk mengolah residu sampah non-plastik yang tidak dapat didaur ulang. Alat ini tidak hanya mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan produk samping berupa asap cair yang berpotensi digunakan sebagai pestisida alami, serta abu yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan bangunan. Ketiga, instalasi reaktor biogas yang dirancang untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Dengan kapasitas rata-rata 16 kg per hari, reaktor ini mampu menghasilkan sekitar 3 m³ biogas per minggu yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, serta digestat sebanyak 24 kg per minggu yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Dan yang ke empat, pengembangan Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah (SIMBATRAS) untuk mendukung transparansi administrasi. Metodologi pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal timbulan sampah, pelatihan operasional dan keselamatan kerja, pendampingan teknis, hingga evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kapasitas masyarakat. Keterampilan mitra AMOR dalam mengoperasikan incinerator meningkat hingga 55%, terutama pada aspek operasional, pemeliharaan, dan penerapan prosedur keselamatan kerja. Pengelola bank sampah ATRAS juga mengalami peningkatan kemampuan manajemen administrasi, di mana efisiensi pencatatan transaksi meningkat 57% (waktu pencatatan 10 transaksi berkurang dari 35 menit menjadi 15 menit), serta bertambahnya kepercayaan warga yang dibuktikan dengan penambahan jumlah nasabah Bank Sampah yang semula 24 nasabah menjadi 57 nasabah. Selain itu, edukasi tentang pentingnya pemilahan sampah berkontribusi besar terhadap kelancaran proses pengolahan. Dengan masyarakat terbiasa memilah, bahan baku yang masuk ke incinerator dan reaktor biogas menjadi lebih sesuai, sehingga proses berjalan lebih stabil, efisien, dan memerlukan frekuensi maintenance yang lebih rendah. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna dengan pendekatan edukasi dan pendampingan masyarakat dapat menjadi solusi komprehensif dalam pengelolaan sampah di desa. Program ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, tetapi juga memperkuat keberdayaan masyarakat lokal, meningkatkan transparansi kelembagaan bank sampah, serta menghadirkan nilai tambah ekonomi dari produk samping pengolahan sampah. Dengan capaian tersebut, model pengabdian ini layak direplikasi di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mempercepat terwujudnya zero waste community di Indonesia.

References

Triharjo (2022, 6 April). Kondisi Umum Desa Triharjohttps://triharjosid.slemankab.go.id/first/artikel/77

Oktafiasari, R. (2022). Pengelolaan Bank Sampah Ditinjau Dari Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, Dan Recycle Melalui Bank Sampah (Studi Kasus Bank Sampah Hijau Daun Mojoroto Kota Kediri) (Doctoral dissertation, IAIN Kediri).

Wardany, K., Sari, R. P., & Mariana, E. (2020). Sosialisasi pendirian “Bank sampah” bagi peningkatan pendapatan dan pemberdayaan perempuan di Margasari. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 364-372.

Widiarti, I. W. (2012). Pengelolaan sampah berbasis zero waste skala rumah tangga secara mandiri. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 4(2), 101-113.

Lestari, L. P., Afifah, Y. N., Lestariningsih, W., Puspita, A. D., Gunawan, E., & Choifin, M. (2020). Pengolahan metode 4R dan bank sampah untuk menjadikan lingkungan bersih, sehat dan ekonomis. Among: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 22-27.

Maharja, R., Latief, A. W. L., Bahar, S. N., Gani, H., & Rahmansyah, S. F. (2022). Pengenalan Pengolahan Sampah Berbasis 3R pada Masyarakat Pedesaan sebagai Upaya Pengurangan Timbulan Sampah Rumah Tangga. Jurnal Abdimas Berdaya: Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat, 5(01), 62-71.

Sidiq, F., & Dhuhita, W. M. P. (2018). Sistem Informasi Akuntansi pada Bimbingan Belajar Cetta Les dan Private Gunung Kidul. INFOS Journal-Information System Journal, 1(1), 19-23.

Agusta, R., & Fatkhurohman, A. (2019, December). Pengembangan Fotografi Produk dalam Pemasaran Digital Produk Konveksi Zubs di Yogyakarta. In Prosiding Seminar Hasil Pengabdian Masyarakat (pp. 313-318).

Sukamta, S., Marlina, R., Muzthohidun, M., & Winarno, A. (2023). Improving the Quality of Environmentally Friendly Liquid Smoke Distillation Process to Increase Artisan Income. Warta LPM, 329-335.

Downloads

Published

26-01-2026