Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Pengemasan Produk Rice Crackers pada Wanita Kelompok Tani Desa Ngusikan Kabupaten Jombang

Authors

  • Purbowo Program Studi Manajemen Agribisnis, Jurusan Manajemen Agribisnis, Politeknik Negeri Jember https://orcid.org/0000-0003-3799-5753
  • Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
  • Azidni Rofiqo Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya

Keywords:

Wanita Kelompok Tani, Desa Ngusikan, Teknologi Pengemasan, Uji T berpasangan, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Pemanfaatan nasi yang tidak terpakai merupakan bagian dari upaya dalam mendukung SDG’s ke 12 tentang konsumsi dan produksi dengan penuh tanggung jawab melalui penanangan kelebihan makanan sisa (food waste management). Desa Ngusikan kecamatan Ngusikan kabupaten Jombang kaya akan sumberdaya alam dan budaya yang menyebabkan nasi melimpah pada saat kegiatan tertentu. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani padi dengan rata-rata 11 hektar di tahun 2024. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan perubahan terhadap pengetahuan dan ketrampilan terhadap aspek pengemasan produk dengan teknologi air filling sealer pada produk rice crackers. Metode pelaksanaan terdiri dari tahapan sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Sedangkan metode pendekatan yang diterapkan yaitu 20% ceramah dan 80% praktik. Indikator perubahan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakn pre-test dan post-test. Rubrik penilian yang digunakan yaitu nilai 0 hingga 10 dengan keterangan nilai 0-2 artinya tidak memiliki wawasan, nilai 3-5 artinya memiliki sedikit wawasan, nilai 6 artinya cukup, nilai 7-8 artinya baik, nilai >9 artinya mahir. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menyatakan bahwa peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 19 orang anggota kelompok wanita tani. Terdapat perubahan antara nilai rata-rata peserta sebelum kegiatan pelatihan pengemasan produk yaitu pada saat pre-test hanya sekitar 3 yang artinya memiliki sedikit wawasan sedangkan pada saat post-test rata-rata nilai peserta yaitu 7,2 yang bermakna sangat memuaskan. Sedangkan berdasarkan hasil uji T berpasangan dengan menggunakan SPSS paired samples t-test menyatakan bahwa nilai sig-2 tailed sebesar 0,00 < 0,05, sehingga keputusannya yaitu menerima H1 dan menolak H0. Sedangkan berdasarkan perbandingan antara T hitung dan T tabel dapat diketahui bahwa T hitung 26,333> T tabel 2,10092. Dengan demikian dampak terhadap mitra dapat dilihat dari perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah program pelatihan teknologi pengemasan produk rice crackers. Keberlanjutan kegiatan ini mengarah kepada pendampingan proses produksi halal serta pengajuan PIRT untuk keberlanjutan usaha agar dapat berkembang dan menjangkau pasar nasional maupun Internasional.

References

Capah, B. M., Rachim, H. A., & Raharjo, S. T. (2023). Implementasi Sdg ’ S-12 Melalui Pengembangan Komunitas. Social Work Journal, 13(1), 150–161.

Purbowo, & Widodo, S. (2018). A Study on the Impact of Commodity Changes to the Role and Strategy of Women’s Livelihood. Gender Issues, 35(4). https://doi.org/10.1007/s12147-018-9214-4

Purwidiani, N., Kristiastuti, D., & A, C. A. N. (2020). Analisis Jenis Dan Desain Kemasan Snack Keripik Singkong Terhadap Minat Beli Konsumen. Jurnal Tata Boga, 9(2), 701–707.

Rahmani, D. A., Risnawati, & Hamdani, M. F. (2025). Uji T-Student Dua Sampel Saling Berpasangan/Dependend (Paired Sample t –Test). Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2), 568–576. https://jpion.org/index.php/jpi568Situswebjurnal:https://jpion.org/index.php/jpi

Wicaksono, A. P. N. (2023). Eksplorasi Sustainable Development Goals (SDGs) Disclosure Di Indonesia. Jurnal Akademi Akuntansi, 6(1), 125–156. https://doi.org/10.22219/jaa.v6i1.26448

Downloads

Published

26-01-2026