PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MENJADI ECO-ENZYM
Keywords:
eco-enzym, keberlanjutan, kelompok wanita tani nelayan, limbah, pariwisataAbstract
Pulau Pari merupakan salah satu destinasi wisata di Kepulauan Seribu yang sangat bergantung pada aktivitas pariwisata, mulai dari akomodasi, katering, hingga penyewaan perahu. Namun, lonjakan jumlah wisatawan yang kembali pascapandemi Covid-19 berdampak pada peningkatan produksi sampah organik, terutama dari penjualan makanan, minuman, dan jus buah. Sampah organik yang tidak terkelola berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas pariwisata. Oleh karena itu, tujuan utama pengabdian masyarakat ini adalah menyediakan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah organik, yaitu pemanfaatan sampah organik menjadi eco-enzym di Kelompok Wanita Tani (KWT) Nelayan Pulau Pari. Adapun metode yang dilakukan yaitu: (1) pelatihan KWT Nelayan RW 01 Pulau Pari tentang pemilahan sampah organik, pembuatan dan pemanfaatan eco enzym; (2) demonstrasi praktek langsung cara membuat eco-enzym menggunakan limbah dapur, molase dan air; (3) pemantauan proses fermentasi secara daring dan luring; serta (4) pengadaan sarana dan prasarana berupa wadah fermentasi. Secara berjalan, kegiatan dimulai dari tahap perencanaan dan koordinasi dengan mitra, implementasi program berupa pelatihan dan praktek lapangan, hingga monitoring hasil dan evaluasi proses. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ibu-ibu KWT Nelayan mampu memahami konsep pengelolaan sampah organik dan berhasil memproduksi eco-enzim pada tahap awal pelatihan. Peserta kemudian menggunakan produk eco-enzim untuk kebutuhan rumah tangga, seperti pembersih lantai, peralatan makan, dan penghilang bau. Sisa ampas fermentasi juga dapat digunakan sebagai organisme pendukung kegiatan pertanian lokal. Selain itu, para ibu KWT Nelayan diajak untuk menanam bibit jambu air dan sayuran sebagai sumber penghasilan tambahan kelompok. Partisipasi aktif mitra sangat menentukan keberhasilan kegiatan, dimulai dari ekstraksi bahan organik hingga pemanfaatan hasil eco-enzym. Hasil utama dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola sampah khususnya limbah dapur serta mengolahnya menjadi produk rumah tangga yang serbaguna dan mudah didapat. Dari segi sosial ekonomi, kegiatan ini juga bermanfaat bagi masyarakat umum karena eco-enzyme dapat digunakan menjadi berbagai produk yang ekonomis dan ramah lingkungan. Dengan demikian, program pengabdian ini membantu meningkatkan kondisi pariwisata berkelanjutan di Pulau Pari secara keseluruhan.References
Agustina, A dan Pratiwi, K. T. (2021). Pengolahan Limbah Akomodasi Menjadi ecoenzym pada Pelaku Wisata di Desa Sidemen Bali. Indonesian Journal Of Community Service, Volume 1 No 2 Juli 2021, E-ISSN: 2775-2666
Hammami, M. (2023). Ecotourism and Women: A study about Sub-Saharan Women and Ecotourism.
Ismail, K., dan Habibah, S. N. (2020). Extension Communication Fisherwomen in Ecotourism Management in Small Islands. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 1(1), 50–60.
Megah, et al. (2018). Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga digunakan Untuk Obat dan Kebersihan. Jurnal Minha Baharu, Vol 2, No 1, Juli 2018, Hal 50-58. https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/MNDBHRU/article/view/2275
Murdiana, H. E. (2022). Pelatihan Pembuatan Eco Enzym dari Limbah Organik Rumah Tangga di Desa Wisma Sukun. Diseminasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 55–60
Nurfajriah, et. al. (2021). Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme Sebagai Usaha Pengolahan Sampah Organik Pada Level Rumah Tangga, JURNAL IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021