JEMBATAN BAHASA INGGRIS: PENGUATAN LITERASI WISATA DAN OUTBOUND UNTUK PEMBERDAYAAN DESA JURUAN DAYA

Authors

  • Milawati Universitas Terbuka
  • Sucipto Universitas Terbuka
  • Berlina Hidayati Universitas Terbuka
  • Tiara Sevi Nurmanita Universitas terbuka
  • Rahmad Purnama Universitas Terbuka
  • muhamad tauvikur rohman Universitas Terbuka

Keywords:

Desa Wisata, Literasi Bahasa Inggris, Outbound, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi strategi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan berbasis potensi lokal. Desa Juruan Daya, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, memiliki potensi wisata alam dan budaya, seperti Pantai Galuh dan tradisi masyarakat Madura. Namun, keterbatasan komunikasi bahasa asing, literasi digital, serta pengelolaan kelembagaan pariwisata masih menjadi hambatan dalam pengembangan desa wisata yang berdaya saing. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui program Jembatan Bahasa Inggris dengan fokus pada penguatan literasi wisata berbasis bahasa Inggris, pengembangan soft skills melalui outbound training, serta literasi digital pariwisata. Metode pelaksanaan meliputi pembentukan Pokdarwis, pelatihan English for Specific Purposes (ESP), outbound berbasis experiential learning, serta pembuatan media promosi berupa pocket guide, mural, dan konten media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi masyarakat, terbentuknya Pokdarwis “Bumdes Teratai,” serta lahirnya produk promosi kreatif yang memperkuat branding desa wisata. Outbound training juga berdampak positif terhadap keterampilan kolaborasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. Program ini berkontribusi nyata dalam mempersiapkan Desa Juruan Daya menuju desa wisata edukatif dan berkelanjutan.

References

Badan Pusat Statistik. (2024). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumenep Tahun 2024. https://sumenepkab.bps.go.id

Boon, A. (2011). Negotiated Syllabus: Do You Want to? In J. Macalister & I. Nation (Eds.), Case Studies in Language Curriculum Design. Taylor & Francis.

Borg, W. R., & Gall, M. D. (2003). Educational Research: An Introduction. Longman Inc.

Dick, W., & Carey, L. (2001). The Systematic Design of Instruction. Longman.

Habibih, O. N. Y., Suryani, W., & Radianto, D. O. (2019). Binadesa FKMB di Desa Juruan Daya, Batu Putih, Sumenep. Jurnal Masyarakat Merdeka, 2(1).

Kolb, D. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Prentice Hall.

Pramesti, V., & Indartuti, E. (2022). Peran Kepala Desa dalam Pengembangan Desa Wisata. PRAJA Observer, 2(2).

Salsabila, I., & Puspitasari, A. Y. (2023). Peran Kelompok Sadar Wisata dalam Pengembangan Desa Wisata. Jurnal Kajian Ruang, 3(2).

Saskarawati, N. P. A., Prismawan, I. K. A., & Erwanda, D. K. (2023). Peran Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal. Majority Science Journal, 1(1).

Suwantoro, G. (2004). Dasar-Dasar Pariwisata. Andi Offset.

Yoeti, O. A. (2008). Pengantar Ilmu Pariwisata. Angkasa.

Richards, G., & Hall, D. (2000). Tourism and Sustainable Community Development. Routledge.

Wearing, S., & McDonald, M. (2002). The Development of Community Based Tourism. Journal of Sustainable Tourism, 10(3), 191–206.

Zeppel, H. (2006). Indigenous Ecotourism: Sustainable Development and Management. CABI Publishing.

WTO (World Tourism Organization). (2021). Tourism and Rural Development. Madrid: UNWTO.

Downloads

Published

26-01-2026