Sosialisasi dan Focus Group Discussion sebagai Strategi Penguatan Peran PKK dalam Edukasi Keluarga di Era Digital
Keywords:
Digitalisasi, Focus Group Discussion, Fungsi keluarga, PKK, SosialisasiAbstract
Perubahan sosial yang pesat akibat kemajuan teknologi digital telah memengaruhi pola interaksi dan dinamika kehidupan keluarga. Dapat kita lihat bahwa anak dan remaja kini hidup dalam arus informasi yang begitu terbuka, dengan segala bentuk konten media sosial yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melihat dunia luar. Berbagai konten ini tidak selalu menawarkan hal positif melainkan juga informasi yang cenderung negatif. Sehingga orang tua dihadapkan pada tantangan pengasuhan baru seperti anak yang kecanduan gawai, cyberbullying, dan menurunnya kualitas komunikasi dalam keluarga. Dalam konteks tersebut, keluarga memegang peran penting sebagai agen sosialisasi utama bagi pembentukan karakter anak. Namun, institusi keluarga tidak selalu dapat menjalankan fungsi itu sendiri dan seringkali membutuhkan institusi sosial atau pihak lain yang dapat memaksimalkan peran mereka. Salah satunya adalah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dapat berfungsi sebagai organisasi kemasyarakatan strategis dalam memperkuat fungsi keluarga di tingkat masyarakat. Inilah mengapa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memperkuat kapasitas kader PKK dalam menjalankan perannya sebagai agen edukasi keluarga di era digital. Kegiatan berupa sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan di Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, melibatkan pengurus PKK sebagai peserta utama. Sosialisasi difokuskan pada delapan fungsi keluarga dan relevansinya terhadap tantangan digital, sedangkan FGD digunakan untuk menggali pengalaman nyata kader PKK serta merumuskan langkah-langkah solutif dan aplikatif dalam pendampingan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran dan pemahaman kader terhadap pentingnya fungsi edukatif, afektif, dan protektif keluarga. Peserta juga menghasilkan berbagai gagasan kreatif seperti pembentukan taman baca keluarga, kegiatan keagamaan bersama anak, pengawasan penggunaan gawai, hingga inisiatif permainan tradisional tanpa gadget. Sebagai tindak lanjut, tim bersama PKK menyusun pamflet edukatif yang disebarkan melalui kegiatan posyandu sebagai media pembelajaran praktis bagi keluarga. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan PKK dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat ketahanan sosial keluarga di tengah arus digitalisasi masyarakat. Kata kunci: Digitalisasi, Focus Group Discussion, Fungsi keluarga, PKK, SosialisasiReferences
Amelasasih, P., & Wicaksono, A. S. (2023). Pendampingan ketahanan keluarga ibu pelaku usaha Desa Surowiti. Conscilience: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 1(2), 63–68.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2023). Survei APJII: Pengguna internet di Indonesia tembus 215 juta orang. https://apjii.or.id/berita/d/survei-apjii-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-215-juta-orang
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2017). Penanaman dan penerapan nilai karakter melalui 8 fungsi keluarga. Direktorat Bina Keluarga Balita dan Anak.
Badan Pusat Statistik. (2024). Jumlah perceraian menurut provinsi dan faktor, 2023. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/jumlah-perceraian-menurut-provinsi-dan-faktor.html?year=2023
Bourdieu, P. (2010). Outline of a theory of practice (R. Nice, Trans.). Cambridge University Press.
Herawati, T., Krisnatuti, D., Pujihasvuty, R., & Latifah, E. W. (2020). Faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan fungsi keluarga di Indonesia. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 13(3), 213–227. https://doi.org/10.24156/jikk.2020.13.3.213
Indonesia.go.id. (2024, June 23). Komitmen pemerintah melindungi anak di ruang digital. https://indonesia.go.id/kategori/editorial/9037/komitmen-pemerintah-melindungi-anak-di-ruang-digital
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2013 tentang Gerakan Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Kutest Kids. (2024, December 27). Average screen time statistics & facts (usage). https://www.kutestkids.com/blog/average-screen-time-statistics-facts-usage
Peng, M. Y. P. (2024). Breaking down barriers: Exploring the impact of social capital on knowledge sharing and transfer in the workplace. Humanities and Social Sciences Communications, 11(1), 1–12. https://doi.org/10.1057/s41599-023-01913-4
Rosser, C., & Harris, C. (2012). The family and social change (1st ed.). Routledge.
Scott, J. L., Treas, J., & Richards, M. (Eds.). (2008). The Blackwell companion to the sociology of families. Blackwell Publishing.