Pendidikan Inklusif dan Peran Pemuda sebagai Penggerak Perubahan Sosial di Era Digital
Keywords:
pendidikan inklusif, pemuda, wawancara kualitatif, transformasi sosial, teknologi pendidikan, pemberdayaan digital.Abstract
Perkembangan era digital telah mengubah paradigma pendidikan dan membuka peluang baru untuk mewujudkan sistem pembelajaran yang lebih inklusif, partisipatif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana memastikan setiap individu memperoleh akses pendidikan yang setara di tengah ketimpangan teknologi dan sosial yang masih terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis pemuda sebagai agen perubahan sosial dalam mendorong implementasi pendidikan inklusif di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan analisis konseptual, penelitian ini menyoroti kontribusi pemuda dalam mengintegrasikan nilai-nilai inklusivitas dengan inovasi teknologi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda memiliki potensi signifikan dalam menggerakkan transformasi sosial melalui pengembangan platform pembelajaran digital, advokasi kesetaraan akses pendidikan, serta inisiatif berbasis komunitas yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat marginal. Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara pemuda, pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia industri menjadi faktor kunci dalam memperkuat ekosistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemberdayaan pemuda dalam konteks pendidikan digital tidak hanya berimplikasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi terciptanya keadilan sosial dan kemajuan bangsa di era global.
Kata kunci: pendidikan inklusif, pemuda, transformasi sosial, teknologi pendidikan, pemberdayaan digital.
References
Ainscow, M., & Messiou, K. (2020). Engaging with inclusive education: Theories, policies and practices. Routledge.
Arifin, M., & Kurniawati, N. (2023). Inovasi pembelajaran digital inklusif dalam meningkatkan kesetaraan akses pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 15(2), 87–98.
Basri, H., & Amelia, R. (2021). Transformasi pendidikan di era digital: Tantangan dan strategi implementasi pembelajaran inklusif. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 221–230.
Budiarto, A., & Nugroho, S. (2022). Peran generasi muda dalam mendorong keadilan sosial melalui literasi digital. Jurnal Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 45–59.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Hendriyani, R., & Tirtayasa, S. (2020). Literasi digital dan pemberdayaan pemuda di era media sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 33–49. https://doi.org/10.25008/jik.v12i1
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Pendidikan inklusif di Indonesia: Pedoman pelaksanaan dan strategi transformasi digital pendidikan. Jakarta: Kemendikbudristek
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Nasir, M., & Pramudita, D. (2023). Kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem pendidikan inklusif di Indonesia. Jurnal Madani: Kajian Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), 105–118.
Santoso, I., & Lestari, E. (2021). Pemanfaatan teknologi digital untuk pemerataan akses pendidikan di daerah 3T. Jurnal Pendidikan dan Masyarakat, 6(4), 145–157.
UNESCO. (2022). Reimagining our futures together: A new social contract for education. Paris: UNESCO Publishing.
Wahyuningsih, D., & Hardianto, A. (2024). Penguatan kepemimpinan sosial generasi muda dalam mewujudkan pendidikan berkeadilan. Jurnal Kepemimpinan dan Inovasi Pendidikan, 4(1), 60–72.
World Bank. (2021). Digital transformation and inclusive education in Southeast Asia. Washington, DC: The World Bank Group.
Yuliani, S., & Maulana, H. (2025). Partisipasi generasi muda dalam mendorong literasi digital inklusif di Indonesia. Jurnal Pembangunan Sosial dan Pendidikan, 9(1), 11–24.
Chairunnisa Rahmadina (Co-Founder CHAI Indonesia). (Wawancara pribadi, 10 Oktober 2025).
Muhammad Akbar Dzhafirin (Co-Founder Indonesia’s Next Leaders). (Wawancara pribadi, 18 Oktober 2025).
Devan Ahmad Pramudya (Presiden Leuweung Hub Foundation). (Wawancara pribadi, 20 Oktober 2025).
Akram Mustafa (CEO Cerdas.Scholarship). (Wawancara pribadi, 20 Oktober 2025).
Rangga Wisesa (Volunteer ASN Mengajar). (Wawancara pribadi, 21 Oktober 2025).
Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H. (Wakil Ketua MPR RI). (Wawancara pribadi, 21 Oktober 2025).