ANALISIS WACANA KRITIS TEKS PIDATO DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI MODEL PRAKTIS PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) UNTUK MULTILITERASI DIGITAL

Authors

  • Dedi Gunawan Saputra Universitas Negeri Makassar

Keywords:

analisis wacana kritis, argumentasi Toulmin, multiliterasi digital, pembelajaran mendalam (deep learning), teks pidato

Abstract

Di era digital yang jenuh informasi, kemampuan multiliterasi kritis menjadi kompetensi esensial bagi murid. Teks pidato pejabat publik yang viral di media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini, namun seringkali diterima tanpa analisis mendalam. Penelitian ini bertujuan mengajukan sebuah model pedagogis praktis untuk Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui proses analisis teks. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan Analisis Wacana Kritis (CDA) pada beberapa teks pidato viral. Secara teknis, struktur argumen di dalamnya dibedah menggunakan Model Argumentasi Toulmin untuk mengidentifikasi klaim, data, dan jaminan (warrant) yang seringkali tersirat. Hasil analisis menunjukkan bagaimana klaim-klaim persuasif dibangun di atas data yang selektif dan jaminan yang bersifat ideologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses dekonstruksi argumen ini dapat diadopsi sebagai model pembelajaran yang efektif untuk mengasah kompetensi 6C dalam kerangka Deep Learning, khususnya Berpikir Kritis (Critical Thinking), Komunikasi (Communication), dan Kewarganegaraan (Citizenship), sebagai fondasi utama multiliterasi digital.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Dedi Gunawan Saputra. (2026). ANALISIS WACANA KRITIS TEKS PIDATO DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI MODEL PRAKTIS PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) UNTUK MULTILITERASI DIGITAL. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru, 17, 103–110. Retrieved from https://conference.ut.ac.id/index.php/ting/article/view/7300

Conference Proceedings Volume

Section

Articles