MEMBANGUN KREATIVITAS SAINS DAN ESTETIKA MELALUI ELEMEN REKAYASA
STUDI KONSEPTUAL DI PENDIDIKAN GURU
Abstract
Artikel ini bertujuan mengonseptualisasikan integrasi elemen rekayasa dalam pendidikan guru melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) berbasis proyek yang menyinergikan sains dan estetika. Studi ini merespons tuntutan kebijakan kurikulum terbaru (Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025) yang menekankan pembelajaran mendalam, literasi teknologi, dan profil lulusan berkarakter Pancasila. Meskipun pendekatan STEM telah diadopsi luas, penguatan dimensi seni dan kreativitas sering kali masih terbatas. Melalui telaah pustaka kritis terhadap riset mutakhir di bidang pendidikan STEAM dan rekayasa, artikel ini menyoroti urgensi integrasi lintas disiplin (seperti biologi, fisika, dan seni) untuk membangun kreativitas calon guru. Kajian ini menghasilkan model konseptual integratif berbasis project-based learning (PjBL) yang memosisikan elemen rekayasa sebagai jembatan krusial antara logika saintifik dan ekspresi estetik. Model ini dirancang untuk mempertajam keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah, sekaligus memperkuat ekspresi estetika, empati, dan apresiasi budaya. Integrasi ini secara strategis mendukung pencapaian delapan dimensi profil lulusan yang diharapkan. Artikel ini merekomendasikan penerapan model tersebut pada kurikulum pendidikan guru melalui praktik micro-teaching, proyek kolaboratif, dan desain pembelajaran berbasis masalah kontekstual.
Downloads
Published
How to Cite
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2026 Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

