OPTIMASI SUHU INKUBASI PADA EKSTRAKSI DNA BAKSO SAPI MENGGUNAKAN METODE POLYVINYLPYRROLIDONE (PVP)

Authors

  • Sahrul Yudiawan Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia
  • Ayuni Adawiyah Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia
  • Tri Cahyanto Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia

Keywords:

Bakso Sapi, Ekstraksi DNA, Konsentrasi DNA, Kemurnian DNA, Suhu Inkubasi

Abstract

Bakso merupakan salah satu makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, namun banyak kasus yang melaporkan tentang adanya cemaran daging babi. Sekarang banyak para peneliti yang melakukan penelitian untuk mendeteksi adanya cemaran, salah satunya dengan ekstraksi DNA menggunakan metode PCR. Ekstraksi DNA merupakan faktor penting dalam identifikasi tersebut. Ekstraksi DNA dapat dilakukan dengan metode konvensional dan kit ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu inkubasi yang optimal untuk menghasilkan konsentrasi dan kemurnian DNA yang optimal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Integrasi Terpadu MIPA UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Juni 2023 sampai Agustus 2023. Sampel bakso sapi yang digunakan adalah bakso dengan komposisi 67% daging sapi. Prosedur ekstraksi konvensional mengikuti protokol dari ISO 21571. Pengukuran konsentrasi dan kemurnian DNA menggunakan spektrofotometer. Hasilnya adalah variasi suhu inkubasi mempengaruhi kadar konsentrasi dan kemurnian DNA. Suhu 65°C merupakan suhu optimum yang menghasilkan konsentrasi DNA dan nilai kemurnian yang cukup baik, dengan rata-rata nilai konsentrasi 193,57 dengan rata-rata nilai kemurnian DNA 2,33.

Downloads

Published

2025-02-21

Conference Proceedings Volume

Section

Prodi Teknologi Pangan

Categories