GAYA HIDUP BERKELANJUTAN IBU-IBU WARGA PENJARINGANSARI RUNGKUT, SURABAYA

Authors

  • Hana Norhamida Universitas Terbuka
  • Dwi Sambada Universitas Terbuka
  • Tri Dyah Prastiti Universitas Terbuka

Abstract

Isu perubahan iklim telah terjadi sejak awal tahun 2000an, dan dampaknya telah dirasakan oleh seluruh masyarakat di semua negara, termasuk di Indonesia. Kondisi ini memerlukan proses adaptasi gaya hidup masyarakat. Demi mengurangi laju dampak perubahan iklim, masyarakat perlu belajar gaya hidup yang berkelanjutan. Masyarakat perlu diedukasi agar mencapai kesehatan fisik dan mental yang baik, memanfaatkan energi baik yang ramah lingkungan, dan bijak mengonsumsi dan menghasilkan sesuatu dengan tetap memperhatikan keseimbangan alam. Edukasi tersebut salah satunya terwujud pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di sekitar Kantor Universitas Terbuka (UT) Surabaya berada, sebagai Mitra PkM. Mitra PkM adalah Ibu-ibu Warga RW XI, Kelurahan Penjaringansari, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Selain karena faktor jarak yang dekat dengan Kantor UT Surabaya, terdapat alasan lain yaitu kebutuhan mitra untuk semakin berdaya secara ekonomi dan peduli lingkungan, demi menjaga kelangsungan kehidupan yang harmoni antarsesama dan alam (sustainability). Selama ini mitra yang dalam hal ini adalah para ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga), yang tinggal di daerah urban, dekat dengan sumber polusi, perlu perubahan gaya hidup yang berkelanjutan, demi lestarinya bumi dan kesejahteraan hidup manusia Gaya hidup berkelanjutan dalam kegiatan PkM ini adalah pemanfaatan teknik ecoprint dan praktik frugal living. Kedua kompetensi tersebut perlu dimiliki oleh mitra karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban yang mulai menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam dan kesejahteraan, dalam hal ini adalah bijak mengelola keuangan. Teknik ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain yang ramah lingkungan, sedangkan praktik frugal living adalah gaya hidup yang tepat diterapkan saat ini di tengah tekanan finansial karena pendapatan yang relatif tetap bahkan menurun, sementara tingkat harga cenderung naik (inflasi). Berdasarkan isu dan fenomena di atas maka tim PkM mempunyai alasan yang memadai untuk memberikan Workshop Ecoprint dan Frugal Living. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan workshop. Warga diberikan edukasi pentingnya gaya hidup frugal living dan praktik pewarnaan kain alami ecoprint. Konsep kemandirian finansial, pola konsumsi yang bijak ditekankan dalam mengatur keuangan. Selanjutnya, warga diajak praktik ecoprint di atas selembar kain ukuran 120x60 cm yang bisa digunakan untuk alas meja maupun hijab. Setelah proses mordan (fiksasi) yaitu mengikat warna pada serat kain, daun dan bunga diletakkan pada kain, kemudian digulung dan diikat dengan lakban dengan erat. Selanjutnya kain tersebut dikukus selama kurang lebih 3 (tiga) jam untuk memindahkan warna daun dan bunga ke kain. Setelah dikukus, bisa dilihat hasilnya namun menunggu pendinginan kurang lebih 1 (satu) jam. Dengan melihat hasil karya mereka, warga menyadari bahwa masing-masing pribadi memiliki potensi berkembang. Pilihan menjadi ibu rumah tangga tidak menghalangi untuk tetap tumbuh dan berkreasi dengan bahan yang ada di alam sekitar. Dengan ecoprint dan frugal living, warga menyadari pula untuk selalu hati-hati dalam menggunakan sumber daya (resources), dan menghindari sampah, demi keseimbangan alam semesta.

Downloads

Published

26-01-2026